Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Jaminan Hari Tua, Banyak Lansia Terjerat Kemiskinan

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 09:44 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bekerja bagi lansia bisa meningkatkan kesejahteraan subjektif (subjective well-being) dan menunjukkan kemampuan menjalankan peran sosialnya dengan baik.

Akan tetapi, bagi sebagian yang lain, bekerja bisa meningkatkan risiko kesehatan.

Apalagi, penelusuran kami dari data BPS menunjukkan bahwa 61% dari lansia bekerja di Indonesia aktif di sektor informal yang banyak menggunakan tenaga fisik dan dengan tingkat upah yang relatif rendah. Mereka berpotensi terpapar risiko dan kerentanan ekonomi yang lebih besar dibanding kelompok usia lain.

Idealnya, lansia tidak lagi berada dalam kondisi miskin karena adanya akumulasi pendapatan dari masa bekerja sebelum mencapai usia pensiun. Namun, tidak semua mampu menyisihkan sebagian penghasilan untuk persiapan masa pensiun karena penghasilan dari bekerja hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bisa menabung.

Ketiadaan jaminan pensiun dan jaminan hari tua juga menjadi penyebab lansia terus bekerja sampai usia tua. Bekerja menjadi salah satu mekanisme bertahan hidup untuk lansia.

Perkuat jaminan sosial bagi lansia

Indonesia belum siap menghadapi penuaan penduduk karena masih terbatasnya jaminan pensiun hanya bagi pensiunan sektor formal dan sektor pemerintah saja, dan membuat lansia yang tak memperoleh jaminan harus bekerja untuk bertahan hidup.

Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2022, hanya ada 8,52% rumah tangga lansia yang memiliki jaminan pensiun dan hanya 5,28% yang memiliki jaminan hari tua.

Penuaan penduduk yang tak disertai penguatan jaminan sosial akan menimbulkan peningkatan beban fiskal pada lingkungan pendukung (support system) lansia tersebut - baik itu keluarga maupun negara - misalnya dalam bentuk biaya kesehatan lansia.

Berbagai kebijakan pengentasan kemiskinan yang sudah ada di Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan berimbas terhadap kemiskinan lansia.

Indonesia telah memiliki berbagai macam program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga berbagai bentuk program perlindungan pangan.

Namun demikian, target, akurasi serta cakupan program-program masih sangat rendah dan berpotensi tumpang tindih.

Lambatnya progres penurunan kemiskinan di Indonesia menunjukkan bahwa kemiskinan golongan tersebut ibarat kerak nasi yang berada pada bagian paling bawah dalam distribusi pendapatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.