Kebijakan Pangan Harus Dirancang Berorientasi Jangka Panjang
📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 00:58 WIB | Oleh: Tim RedaksiCovid-19 bukan menjadi satu-satunya pandemi di dunia, sebab itu, Indonesia harus selalu bersiap menghadapi goncangan ekonomi pandemi termasuk meredam scarring effect yang ditimbulkan.
Selain empat tantangan itu, perekonomian 2023-2024 masih dihadapkan tekanan berat, laju inflasi global yang belum kembali ke level normal rendah menyebabkan suku bunga acuan global cenderung tertahan tinggi.
Oleh karena itu, konsekuensi likuiditas global akan ketat, cost of fund menjadi tinggi, ruang kebijakan di banyak negara semakin terbatas serta gejolak perbankan di AS dan Eropa menambah resiko ketidakpastian.
Perencanaan Pangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamat Ekonomi Universitas Katolik Atmjaya Jakarta, Yohanes B.
Suhartoko, mengatakan naiknya tensi geopolitik global saat ini sangat mempengaruhi rantai pasok beberapa komoditas dunia seperti energi dan pangan.
Dampak berikutnya adalah kenaikan harga atau paling tidak volatilitas harga yang besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini akan menyulitkan perencanaan pangan dan energi jangka pendek dan pada gilirannya ketahanan pangan dan energi terpengaruh," ungkapnya.
Sebab itu, kebijakan pangan harus dirancang berorientasi jangka panjang guna mewujudkan kemandirian pangan dan energi," tegas Suhartoko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!