Tahun 2022, Delta Djakarta Berhasil Tingkatkan Penjualan Bersih Menjadi 778 Miliar Rupiah

Rabu, 17 Mei 2023, 21:36 WIB

JAKARTA - Marketing Director PT Delta Djakarta Tbk, Ronny Titiheruw, mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia dari pandemi Covid-19 memberikan dorongan bagi industri minuman beralkohol, terutama gerai-gerai on-premise. Pelonggaran pembatasan memungkinkan orang untuk lebih bebas bepergian dan berkumpul di restoran, mal, kafe dan bar.

Di tahun 2022, PT Delta melanjutkan tren peningkatan laba dan pertumbuhan volume, terutama didorong oleh pembukaan kembali gerai-gerai on-premise dan pemulihan volume di Batam.

Ket. Foto: Dari kiri: Corporate Secretary PT Delta Djakarta Tbk Alan DV Fernandez, Direktur Pemasaran PT Delta Djakarta Tbk Ronny Titiheruw, dan Komisaris Utama PT Delta Djakarta Tbk Roy Tumpal Pakpahan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/5). — Sumber: Istimewa

"Kami berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 14,34 persen menjadi 778,7 miliar rupiah dari sebelumnya 681,2 miliar rupiah terutama didorong oleh peningkatan volume dan kenaikan harga yang diimplementasikan di bulan November 2021," ucapnya dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (17/5).

Seiring pertumbuhan pendapatan, laba kotor meningkat sebesar 13,946 persen dari 476,6 miliar rupiah menjadi 543,0 milliar rupiah, didukung oleh marjin yang lebih tinggi yang mampu meng-offset dampak kenaikan biaya produksi.

Sementara itu, biaya operasional naik 8,94 persen terutama akibat kenaikan biaya tetap dan biaya-biaya lain terkait volume. "Dengan demikian, laba usaha kami meningkat 19,6 persen menjadi 269,8 miliar rupiah dari 225,6 miliar rupiah di tahun sebelumnya. Akhirnya, laba bersih setelah pajak turut meningkat 22,49 persen menjadi 230,1 miliar rupiah dari 188,0 miliar rupiah di tahun sebelumnya," ucapnya

Ronny optimistis menghadapi tahun 2023. Meskipun ancaman Covid-19 telah mereda, tantangan ekonomi global tetap membayangi di tahun 2023 di tengah risiko di sektor keuangan, inflasi yang tinggi, dan efek domino dari Perang Russia Ukraina.

Di sisi lain, Indonesia diperkirakan mampu mengatasi perlambatan ekonomi berkat fundamental ekonominya yang kuat yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

"Prospek perekonomian Indonesia yang tetap cerah di tahun 2023 menjadi sumber optimisme Perseroan ke depan. Namun demikian, kita tetap perlu waspada di tengah meningkatnya tantangan yang bersumber dari lingkungan eksternal," papar Ronny.

"Kami terus diingatkan tentang hal-hal yang menjadikan kita perusahaan yang kuat dan tangguh - warisan kita yang kaya, lini produk yang beragam, bir kelas dunia pemenang banyak penghargaan, orang-orang profesional dengan keahlian dan pengalaman yang luas, serta posisi keuangan yang sehat. Bersama-sama, mari kita meneruskan warisan dan membawa Perseroan semakin maju," pungkas dia.

Komisaris Utama PT Delta Djakarta Tbk, Roy Tumpal Pakpahan pada kesempatan yang sama meminta agar pemerintah mendukung industri ini untuk berkembang, karena sangat potensial untuk mengembangkan pasar ekspor.

"Kami minta regulasi itu harus friendly. Jika regulasinya berpihak maka deviden yang kita berikan ke Pemprov atau pemerintah juga tentu akan meningkat pula," paparnya.

Dirinya menyoroti sulitnya mendapatkan perizinan untuk melakukan ekspor, karena tak hanya dari Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, izin juga harus dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Kementerian Perdagangan. Itu yang menghambat industri ini untuk merambah ke pasar Malaysia dan Arab yang konsumsi bir-nya sangat tinggi dibanding RI.

"Bagusnya mereka bentuk Komite saja untuk mengurus perizinan yang anggotanya dari kementerian kementerian tadi," tegasnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.