Apa Itu QRIS? Bagaimana Caranya Bekerja? Simak Penjelasan Ini
📅 Rabu, 17 Mei 2023, 10:31 WIB | Oleh: Tim PenulisMerchant yang sudah terdaftar akan mendapatkan satu sticker atau print-out QRIS gratis untuk dipajang di area transaksi. Konsumen cukup melakukan scan QRIS yang dipajang, memasukkan nominal pembayaran dan PIN, dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima oleh pengguna atau merchant.
Cara kedua adalah Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis, yang lebih aman karena setiap transaksi QRIS membutuhkan kode QRIS unik yang dikeluarkan secara otomatis melalui perangkat seperti mesin EDC atau smartphone. Merchant harus memasukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian konsumen melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak oleh perangkat merchant. MPM Dinamis lebih cocok untuk merchant dengan skala usaha menengah dan besar atau volume transaksi tinggi.
Cara ketiga adalah Customer Presented Mode (CPM), di mana konsumen menampilkan QRIS dari aplikasi pembayaran masing-masing untuk di-scan oleh merchant. Transaksi pembayaran akan terjadi secara otomatis setelah QR Code konsumen berhasil di-scan. QRIS CPM lebih ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi, seperti penyedia transportasi, parkir, dan ritel modern.
Manfaat penggunaan QRIS
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS sebagai upaya mempercepat implementasi sistem pembayaran cashless (tanpa uang tunai) di Indonesia.
Sebab, sistem pembayaran cashless dinilai lebih praktis dan aman ketimbang transaksi uang tunai. Selain itu, transaksi cashless terdokumentasi dengan baik sehingga mengurangi porsi perekonomian "bawah tanah" yang sebelumnya tidak tercatat.
Lebih lanjut lagi, penggunaan QRIS dapat memberikan peluang besar bagi perekonomian Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertama, QRIS meningkatkan inklusi keuangan. Dengan adanya QRIS, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke rekening bank atau kartu kredit dapat melakukan pembayaran elektronik dengan mudah. Hal ini akan meningkatkan akses keuangan di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Kedua, QRIS meningkatkan daya saing bisnis, terutama usaha mikro, kecil dan menengah. QRIS memudahkan para merchant UMKM yang sebelumnya hanya bisa menerima transaksi tunai untuk dapat menerima pembayaran non-tunai. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan memperluas jangkauan bisnis mereka.
Ketiga, penggunaan QRIS meningkatkan transparansi dan pengendalian transaksi keuangan. QRIS memungkinkan transaksi yang lebih transparan dan terkontrol karena memungkinkan pencatatan otomatis dan pemantauan transaksi secara real-time oleh Bank Indonesia dan penyedia jasa sistem pembayaran. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko keamanan dan kecurangan dalam transaksi keuangan.
Keempat, penggunaan QRIS meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian di Indonesia. QRIS memungkinkan proses transaksi keuangan yang lebih cepat dan efisien, mengurangi waktu transaksi dan biaya administrasi. Hal ini akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor ekonomi, khususnya sektor ekonomi digital.
Tantangan penggunaan QRIS
Meskipun penggunaan QRIS membawa berbagai peluang ekonomi, penggunaan QRIS di Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan dan risiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!