2045, Penduduk Usia Produktif Menurun

Rabu, 17 Mei 2023, 01:09 WIB

JAKARTA - Penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 324 juta jiwa pada 2045 mendatang dengan skenario trend business as usual. Jumlah tersebut bertambah 54,42 juta jiwa dibanding dengan jumlah penduduk saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2023 di Jakarta, Selasa (16/5).

Ket. Foto: Menteri Perencanaan Pemba­ngunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pem­bangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. — Sumber: ISTIMEWA

Musrenbangnas sendiri dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024, peluncuran Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, serta Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050.

"Pertumbuhan penduduk periode 2020-2050 rata-rata sebesar 0,67 persen (pada 2045), setiap tahun melambat terus. Proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 24,56 persen pada 2020 menjadi 19,61 persen pada 2045, sementara penduduk usia 65 tahun ke atas naik dari 6,16 persen menjadi 14,61 persen pada 2045," kata Suharso.

Dikatakan, Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan perhitungan proyeksi penduduk 2020-2050 dengan tiga skenario. Skenario pertama, dengan trend business as usual tanpa ada kebijakan. Hasil dari skenario tersebut adalah Total Fertility Rate/TFR (rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia subur/reproduksi) terus menurun hingga 1,9 poin pada tahun 2045 yang diiringi Infant Mortality Rate (IMR) (angka kematian bayi) mencapai 7,85 poin.

Sedangkan skenario kedua adalah moderat dengan menargetkan TFR berada di angka 2,0 poin dengan nilai IMR mencapai 5,8 poin.

"Terakhir adalah skenario optimis. Skenario ini yang akan kita capai dengan menargetkan usia harapan hidup sebesar 80 tahun yang sederajat dengan negara-negara maju. Nilai TFR dijaga pada angka 2,0 dan infant mortality rate mencapai 4,2," kata Suharso.

Saat ini, jelas Suharso, perubahan struktur penduduk dikatakan sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Tahun 2023, India menjadi negara dengan penduduk terbanyak menggantikan Tiongkok yang diperkirakan sudah mengalami pertumbuhan penduduk negatif sejak tahun 2021.

Sementara Indonesia pada 2020 masih menjadi negara penduduk keempat terbesar di dunia. Namun, pada 2045, posisi Indonesia menurun ke peringkat ke-6 karena pertumbuhan penduduk mulai melambat sejak tahun 2030- an, sedangkan posisi ke-4 dan ke-5 akan ditempati oleh Nigeria dan Pakistan.

Beban Demografi

Menanggapi perkiraan tersebut, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan memang ada lonjakan jumlah penduduk usia kerja (15-55 tahun) yang disebut bonus demografi.

"Itu bisa dikatakan bonus demografi jika memang jumlah penduduk usia kerja yg lebih banyak itu punya pekerjaan sehingga mereka produktif dan punya income," kata Esther.

Kalau mereka tidak produktif karena skill dan pendidikan rendah maka itu bukan bonus demografi, tetapi beban demografi.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.