Liga Inggris: Tottenham Selamat, West Ham Terdegradasi di Hari Perpisahan Guardiola dan Salah

Senin, 25 Mei 2026, 08:37 WIB

LONDON — Tottenham Hotspur memastikan diri bertahan di Premier League (Liga Inggris) setelah menang tipis 1-0 atas Everton pada pekan terakhir musim ini, Senin (25/5) dini hari WIB. Hasil itu juga memastikan West Ham United terdegradasi ke Championship meski menang meyakinkan 3-0 atas Leeds United.

Tottenham sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk bertahan karena unggul dua poin dan memiliki selisih gol jauh lebih baik dibanding West Ham sebelum laga dimulai.

Ket. Foto: Pemain Tottenham Hotspur dan Everton berebut bola dalam laga Liga Inggris, Senin (25/5) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Gol penentu kemenangan Spurs dicetak Joao Palhinha sesaat sebelum turun minum. Gelandang asal Portugal itu menyambar bola muntah setelah sundulannya membentur tiang gawang, memicu selebrasi besar di Stadion Tottenham Hotspur.

Di saat bersamaan, West Ham sempat menjaga asa bertahan lewat kemenangan berkat gol Valentin Castellano, Jarrod Bowen, dan Callum Wilson. Namun, kemenangan itu tidak cukup menyelamatkan mereka dari degradasi. “Hari ini lebih dari sekadar memenangkan pertandingan,” ujar Palhinha kepada BBC.

“Banyak orang menggantungkan hidupnya pada klub ini. Musim ini sulit, tetapi kami bisa belajar banyak untuk masa depan, meski kami belum mencapai level yang seharusnya dimiliki Tottenham,” lanjutnya.

Spurs, yang tercatat sebagai klub terkaya kesembilan di dunia, mengalami kebangkitan kecil dalam beberapa pekan terakhir di bawah asuhan Roberto De Zerbi. De Zerbi datang pada akhir Maret sebagai pelatih ketiga Tottenham musim ini.

Sementara itu, West Ham yang promosi ke kasta tertinggi Inggris pada 2012 harus turun divisi bersama Burnley dan Wolverhampton Wanderers.

“Kami tahu situasinya akan sulit karena nasib tidak berada di tangan kami sendiri,” kata pelatih West Ham Nuno Espirito Santo kepada Sky Sports.

“Kami sudah melakukan bagian kami dan berharap hasil terbaik, tetapi itu tidak terjadi. Kami harus melewati momen menyedihkan ini,” ujarnya.

Di Manchester, laga emosional terjadi ketika Pep Guardiola menjalani pertandingan kandang terakhirnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan.

Pelatih asal Catalunya itu sebelumnya mengonfirmasi akan meninggalkan City setelah mempersembahkan enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.

Suporter City membentangkan spanduk raksasa bergambar Guardiola dengan tulisan “Game Changer” dan “History Maker” sebagai penghormatan terakhir.

Namun, perpisahan Guardiola tidak berjalan manis setelah City kalah 1-2 dari Aston Villa. Antoine Semenyo sempat membawa City unggul, sebelum dua gol Ollie Watkins memastikan Villa finis di posisi keempat.

“Dalam beberapa tahun ke depan, jika kalian melihat saya di jalanan Amerika Serikat, Eropa, atau di mana pun dan kalian adalah fan Manchester City, datanglah dan peluk saya. Saya akan membutuhkannya,” kata Guardiola dalam pidato perpisahannya.

Hari terakhir Premier League juga menjadi momen emosional bagi Mohamed Salah dan Andy Robertson yang menjalani laga terakhir bersama Liverpool saat bermain imbang 1-1 melawan Brentford.

Sebelum laga, para pemain dan staf Liverpool memberikan guard of honour kepada Salah dan Robertson. Keduanya juga mendapat pelukan dari legenda klub, Kenny Dalglish dan Ian Rush.

“Saya rasa saya menangis lebih banyak dibanding sepanjang hidup saya,” ujar Salah kepada Sky Sports.

“Kami menjalani masa muda di klub ini bersama-sama, berbagi semuanya dari awal sampai akhir. Kami mengembalikan klub ini ke tempat yang seharusnya,” tambahnya.

Sementara itu, suasana pesta terjadi di Selhurst Park ketika Arsenal mengangkat trofi Premier League setelah menang 2-1 atas Crystal Palace.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengaku sempat ragu setelah tiga musim beruntun hanya menjadi runner-up sebelum akhirnya membawa Arsenal meraih gelar liga pertama sejak 2004.

“Itu luar biasa. Lihat kebahagiaan semua orang, mereka sudah menunggu ini begitu lama,” ujar Arteta.

“Kami melewati banyak momen sulit, tetapi semuanya terasa sepadan ketika melihat reaksi seperti itu.”

Di laga lain, Chelsea kalah 1-2 di markas Sunderland. Hasil tersebut membuat pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, dipastikan tidak akan tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Kemenangan Sunderland membawa mereka lolos ke Liga Europa bersama AFC Bournemouth, sementara Brighton & Hove Albion akan tampil di UEFA Conference League.

  • Everton
  • tottenham hotspur
  • Akhiri Musim Liga Inggris

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.