Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin 2024 Harus Paham dan Berani Selesaikan Akar Masalah Kebijakan

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemimpin 2024 Harus Paham dan Berani Selesaikan Akar Masalah Kebijakan Doc: Sumber: IMF

» Yang lebih parah lagi, dari hasil kroni kapitalisme, mereka bisa membeli hukum sampai membuat UU.

» Kita harus belajar menyembuhkan penyakitnya. Semua kekayaan itu akan akan habis kalau pondasinya tidak kuat.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada acara Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar para relawan di Istora Senayan Jakarta, Minggu (14/5), mengingatkan untuk tidak salah memilih pemimpin ke depan yang akan menggantikannya.

Pemimpin ke depan yang dibutuhkan, kata Jokowi, adalah figur yang berani dan tahu serta paham dengan berbagai permasalahan di negeri ini, serta mampu menyelesaikan masalahnya. Selain itu, juga harus pandai memanfaatkan peluang yang ada dengan berbagai keunggulan potensial yang dimiliki, seperti sumber daya alam dan bonus demografi. Bukan figur yang hanya menjalankan rutinitas dan duduk di Istana, tanda tangan.

Presiden ke depan harus tahu dan memiliki strategi membangun negara, baik strategi ekonomi maupun politik. Sebab, Indonesia akan berhadapan dan berkompetisi dengan dengan negara lain.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, yang dihubungi, Senin (15/5), mengatakan Indonesia hanya punya kesempatan sekali untuk keluar dari middle income trap atau jebakan negara-negara berpendapatan menengah karena bonus demografi (kependudukan) yang akan mencapai puncak usia produktif pada 2035 mendatang.

"Selama kurang lebih 12 tahun ke depan, kalau pemimpin kita hanya bekerja dari Istana, tanda tangan berbagai peraturan, maka kesempatan itu bisa berlalu karena mungkin hanya bangun infrastruktur, tapi tidak menyelesaikan akar masalahnya," kata Aditya.

Pemimpin ke depan, papar Aditya, harus paham masalah dan punya keberanian menyelesaikan, sehingga dia lebih leluasa menetapkan langkah pembangunan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Kalau tidak paham masalahnya, meski kita penuh berkah karena berada di garis katulistiwa, kita akan miskin terus kalau akar masalah tidak diubah. Karena nanti jumlah penduduk manula meningkat, penduduk muda yang produktif turun, sehingga kita menjadi negara terbelakang dan miskin," kata Aditya.

Menurut dia, salah satu akar masalah yang membuat pembangunan berjalan lamban adalah Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mengulang kesalahan masa lalu. Dua otoritas sektor keuangan itu membiarkan bank terus menyalahgunakan dan membiarkan fungsi intermediasi tidak jalan sebagaimana mestinya.

Kredit banyak disalurkan ke kroni-kroni penguasa, terutama ke sektor properti yang rentan bubble (menggelembung) karena dijadikan sebagai ajang untuk spekulasi mencari keuntungan sesaat. Sementara sektor pertanian dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dibiarkan. "Kalau ini tidak dibenahi, Indonesia tidak mungkin bangkit," kata Aditya.

Dosa Masa Lalu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.