Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Kebut Vaksinasi Booster Kedua, Sasar Usia Dewasa Sehat

📅 Jumat, 12 Mei 2023, 11:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Kebut Vaksinasi Booster Kedua, Sasar Usia Dewasa Sehat Doc: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Ket. Dua orang tenaga kesehatan menunjukkan kartu vaksinasi seusai menerima suntikan vaksin booster kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI mengemukakan bahwa pihaknya mengebut program vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster kedua kepada 50 persen orang dewasa sehat.

"Percepatan vaksinasi menargetkan minimal 50 persen penduduk berusia 18 tahun ke atas mendapat dosis booster dengan tetap memprioritaskan pada kelompok risiko tinggi seperti lansia," kata Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril di Jakarta, Jumat (12/5).

Ia mengatakan program tersebut penting untuk memperpanjang masa perlindungan vaksin Covid-19 dan memastikan tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari.

Syahril mengatakan kebijakan pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua sudah didasarkan pada pertimbangan yang matang, yakni berdasarkan data dan situasi epidemiologi kasus Covid-19 di Indonesia yang masih fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir, serta memastikan Indonesia tidak ada kenaikan gelombang kasus akibat ancaman varian baru.

"Pemberian dosis booster kedua ini sangat penting dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus," katanya.

Dalam kurun waktu dua pekan terakhir sempat terjadi peningkatan tren kasus konfirmasi Covid-19, kasus aktif dan perawatan pasien di rumah sakit. Angka konfirmasi Covid-19 pernah mencapai lebih dari 2.600 kasus.

Syahril mengatakan sekitar 30 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap maupun booster serta didominasi oleh lansia. Hampir separuh pasien yang meninggal di rumah sakit belum mendapatkan vaksinasi.

Untuk itu, Syahril meminta agar pencabutan status darurat kesehatan untuk Covid-19 tidak menimbulkan euforia yang berlebihan.

"Masyarakat harus tetap hati-hati dan waspada, sebab virus SARS Cov2 penyebab Covid-19 masih ada di sekitar kita, sehingga potensi penularan pun tetap ada. Kelompok lansia dan pasien dengan penyakit penyerta masih memiliki risiko paling tinggi, sehingga vaksinasi harus tetap dilakukan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.