Otoritas Jangan Biarkan Bank Bagi Dividen Berlebihan
📅 Rabu, 10 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, peneliti Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana - Bengkayang Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, mengatakan pembagian dividen oleh bank-bank setiap tahun justru memeloroti cash flow.
Laba seharusnya untuk penguatan modal, bukan untuk dibagikan dalam bentuk dividen. AS saja tutupnya sudah menyatakan tidak ada kategori bank yang too big too fail (terlalu besar untuk gagal).
Kalau dengan alat ukur hanya standar, hampir pasti penyebabnya adalah tidak menunjukkan kredit macet yang besar. Hal itu bukan saja kelalaian apalagi kalau bank membayar dividen begitu besar. "Kenapa OJK dan BI membiarkan itu tanpa stres test yang qualified, bukan dengan stres test ecek-ecek. Tidak boleh ada anggapan too big too fail".
Di AS sendiri, too big too fail dikritik sebagai tindakan yang kontraproduktif dan bahwa perusahaan besar seharusnya dibiarkan gagal jika manajemen risiko mereka memang tidak efektif. Sejumlah ekonom seperti Paul Krugman berpendapat bahwa krisis keuangan terutama muncul karena kurangnya aturan terhadap bank, seperti kebijakan BI yang tidak masuk akal yakni membiarkan spread (selisih) 100 persen antara deposito dan pinjaman, bukan karena ukuran bank tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!