Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko PMK Minta Masyarakat Tetap Waspada Penularan Covid-19

📅 Selasa, 09 Mei 2023, 22:16 WIB | Oleh:
Kemenko PMK Minta Masyarakat Tetap Waspada Penularan Covid-19 Doc: ANTARA/Wuryanti Puspitasari
Ket. Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Nia Reviani.

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajak masyarakat untuk tetap mewaspadai risiko penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat perlu tetap disiplin terapkan prokes, terutama penggunaan masker di tempat-tempat yang diperlukan dan dalam situasi tertentu," kata Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Nia Reviani di Jakarta, Selasa.

Nia menambahkan, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakhiri status darurat kesehatan global Covid-19, namun risiko penularan virus ini masih tetap ada.

"Perlu diingat bahwa pengumuman WHO mengenai berakhirnya status darurat kesehatan global Covid-19 tidak berarti bahwa virus ini tidak lagi merupakan ancaman kesehatan, karena risiko penularan virus masih tetap ada," katanya.

Kemenko PMK, kata dia, mendorong pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya protokol kesehatan.

"Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat," katanya.

Nia juga menambahkan bahwa pemerintah Indonesia, dengan memperhatikan keputusan WHO terkait Covid-19, akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan kebijakan dan tindakan penanganan pandemi.

"Dengan berakhirnya status darurat kesehatan global maka strategi penanganan Covid-19 di Indonesia akan disesuaikan dengan pendekatan umum yang telah terbukti efektif dalam menghadapi penyakit infeksius," katanya.

Hal itu, kata dia, akan memungkinkan adopsi protokol yang lebih tepat dan responsif terhadap situasi dan perkembangan terkini.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (5/5) mengumumkan bahwa Covid-19 tidak lagi berstatus darurat kesehatan global.

Keputusan tersebut diumumkan Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus berdasarkan rekomendasi Komite Kedaruratan WHO yang telah bertemu untuk ke-15 kalinya untuk menilai status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

"Saya telah menerima saran itu. Oleh karena itu, dengan harapan besar saya menyatakan Covid-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global," kata Tedros.

Namun, pengumuman tersebut tidak berarti Covid-19 tidak lagi menjadi ancaman kesehatan global.

"Virus ini akan tetap ada, masih membunuh, dan masih berubah. Risiko munculnya varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus dan kematian baru tetap ada," ujar Tedros memperingatkan.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.