Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penobatan Raja Charles III Cermin Keinginannya Bela Semua Agama

📅 Senin, 08 Mei 2023, 12:57 WIB | Oleh: Tim Penulis

Karena ada jutaan penonton global era modern yang menyaksikan upacara penobatan ini, banyak elemen kuno yang perlu dijelaskan. Ini tak hanya terkait makna kata-kata, tindakan, dan regalia, tetapi juga simbolisme dan relevansinya dengan masyarakat masa kini. Oleh karena itu, diterbitkanlah versi kedua kebaktian, dengan keterangan tambahan. Sesi khotbah oleh Uskup Agung Canterbury (dihilangkan pada tahun 1953) sekarang juga diperkenalkan kembali untuk dapat memberikan penjelasan lebih lanjut pada audiens.

Akibatnya, seluruh ritual ikut direvisi. Beberapa struktur dan kegiatan kuno tetap dipertahankan, tetapi banyak dari kata-kata yang menyertainya disusun ulang dan dipersingkat. Perjamuan kudus, yang merupakan bagian integral dari pengkudusan seorang pemimpin kerajaan Kristen, dilakukan tidak berdasarkan Buku Doa Umum yang digunakan sejak 1559, tetapi dengan merujuk pada kutipan dari Ibadah Umum yang diperkenalkan pada tahun 2000.

Sumpah secara agama, yang diwajibkan oleh undang-undang dan akan menjadi hal yang aneh jika diubah oleh parlemen, didahului dengan kualifikasi. Uskup Agung menyatakan bahwa Gereja Inggris, yang dijunjung tinggi oleh Raja melalui sumpah, berkomitmen tidak hanya untuk "mengakui Injil secara sunggih-sungguh", tetapi juga untuk "membina lingkungan di mana orang-orang dari semua agama dan kepercayaan dapat hidup bebas".

Para pemimpin gereja lain telah turut mengambil bagian dalam prosesi besar kerajaan dan nasional sejak 1980-an, dan komunitas agama lain telah diwakili selama lebih dari 20 tahun.

Pada acara keagamaan pada perayaan "diamond jubilee" (60 tahun kekuasaan) pada 2012, Ratu Elizabeth II mengungkapkan keyakinannya bahwa tujuan gereja harus termasuk perlindungan terhadap kebebasan praktik keagamaan untuk semua agama di Inggris.

Sebagai kepala negara simbolis, pemimpin kerajaan harus berusaha untuk mewakili seluruh kalangan. Dalam transformasi budaya agama, Gereja Inggris membutuhkan cara baru untuk membuktikan posisi istimewanya sebagai gereja nasional. Semua ini menjelaskan adanya pembaharuan dalam penobatan Raja Charles III.The Conversation

Philip Williamson, Emeritus Professor of Modern British History, Durham University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.