Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Peucang, Permata Tersembunyi di 'Sunset of Java'

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 06:15 WIB | Oleh:

Pantai pulau cukup menawan. Pasirnya yang putih bersih dan terkadang menyilaukan. Di atas pasir ini bisa dijumpai kelomang, baik besar atau kecil. Kelomang yang sering dijual sebagai mainan anak-anak adalah krustasea dekapoda dari superfamili Paguroidea.

Hewan ini memanfaatkan cangkang siput laut yang telah kosong atau mati sebagai rumahnya. Dan akan berpindah ke cangkang lain jika badannya sudah terasa sesak atau karena alasan lain. Bahkan menggunakan banyak benda yang tidak lazim digunakan oleh hewan sebagai rumahnya, seperti botol, rumput, batu, bulu babi, ataupun anemon.

Warna air hijau toska di bibir pantai lalu membiru di tengahnya menawarkan gradasi yang indah untuk latar foto yang menarik. Dari bibir pantai ini berbagai kegiatan seperti berenang, menyelam, memancing, atau snorkeling bisa dilakukan.

Untuk menjangkau Pulau Peucang dimulai dari Dermaga Sumur di Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur. Perjalanan dengan perahu dari dermaga ini menuju dermaga di Pulau Peucang akan menempuh perjalanan sejauh 37,3 kilometer, dengan waktu tempuh selama 2 jam dengan perahu kayu dengan mesin diesel biasa.

Setelah sampai di Pulau Peucang, selanjutnya dilakukan check in berupa pembagian kamar. Di sini terdapat Flora dan Fauna Resort dua penginapan atau guest house yang bisa disewa untuk pengunjung. Bangunannya berupa rumah panggung yang sederhana dengan kapasitas terbatas. Justeru kesederhanaan ini menjadikan wisatawan dapat merasakan kemewahan berada di alam yang masih natural.

Selain resor tersebut, bangunan lainnya adalah bangunan Posko Balai Taman Nasional Ujung Kulon fasilitas bagi pengawas Pulau Peucang dan pusat informasi Taman Ujung Kulon. Jangan berharap ada warung yang menyediakan bermacam kebutuhan. Oleh karenanya perlu persediaan makanan dan minuman juga persiapan lebih matang sebelumnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

46 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.