Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangsa Energi Terbarukan dalam Penggunaan Listrik Jerman Capai 50 Persen Q1 2023

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 10:40 WIB | Oleh:
Pangsa Energi Terbarukan dalam Penggunaan Listrik Jerman Capai 50 Persen Q1 2023 Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Jerman menjadi salah satu negara yang menggenjot penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Kini, energi terbarukan menyumbang 50,3 persen dari konsumsi listrik Jerman dalam tiga bulan pertama tahun 2023.

Angka tersebut berdasarkan data dari grup perusahaan listrik BDEW dan Pusat Penelitian Energi Surya dan Hidrogen (ZSW) pada Jumat (28/3).

Jerman menginginkan energi hijau dari tenaga surya, angin, biomassa, dan pembangkit listrik tenaga air mencapai 80 persen dari bauran energinya pada tahun 2030. Sebab, Jerman meninggalkan tenaga nuklir dan bertujuan untuk mengurangi sebagian besar pembangkit listrik batu baranya, dan menggunakan pembangkit listrik tenaga gas sebagian besar untuk cadangan listrik.

BDEW mencatat dalam sebuah pernyataan, angka-angka awal tersebut sebagian mencerminkan konsumsi daya yang lebih rendah dalam tiga bulan pertama tahun 2023 ketika penggunaan listrik turun 6,4 persen dari tahun ke tahun menjadi 138,1 terawatt jam (TWh). Sementara itu, energi terbarukan menyumbang 49,2 persen dari bauran tersebut dalam tiga bulan pertama tahun 2022.

"Data tersebut dihitung berdasarkan persyaratan Uni Eropa yang mendasarkan pangsa pada penggunaan dan bukan produksi, sebuah metode yang juga diadopsi oleh pemerintah Berlin untuk definisi target iklimnya," ujar BDEW, dikutip dari Reuters, Selasa (2/5 ).

"Karena porsi energi terbarukan diukur berdasarkan porsi penggunaan secara keseluruhan, maka konsumsi (listrik) yang lebih rendah berarti porsi relatif yang lebih tinggi dan sebaliknya," tambahnya.

Melihat produksi listrik domestik, kedua lembaga riset tersebut mencatat penurunan sebesar 8,3 persen menjadi 147,5 TWh dalam periode tiga bulan, termasuk volume produksi yang ditujukan untuk ekspor.

Dalam total produksi, energi terbarukan, sebesar 69,5 TWh, menyumbang 47,1% persen naik dari 45,1 persen pada tiga bulan pertama tahun 2022, bahkan ketika volume produksi energi ramah lingkungan turun 4,3 persen. Sumber energi konvensional, nuklir, batu bara, gas alam, dan minyak menyediakan 78 TWh dalam total produksi, turun dari 88,3 TWh setahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.