Solo Menari, Citra Kota Budaya dan Upaya Menggerakkan Ekonomi Kreatif
📅 Minggu, 30 Apr 2023, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Maulana Surya
SOLO - Sepanjang Jalan Diponegoro Surakarta, Jawa Tengah, tepatnya di depan Pasar Triwindu, Ngarsopuro, pada Sabtu pagi tanggal 29 April 2023, dipenuhi dengan penari berpakaian adat Jawa, berkain kebaya serta kain panjang (jarik) berwarna putih.
Tubuh mereka luwes membawakan tarian Bedhayan Naradipta. Tarian tersebut sebagai pertanda dibukanya pergelaran Solo Menari yang dihelat setahun sekali.Solo Menari merupakan acara tahunan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Tari Sedunia dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Pentas budaya ini dimulai dengan kirab gunungan dari Pura Mangkunegaran menuju Koridor Ngarsapura yang diikuti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)SandiagaSalahuddinUno bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka serta Mangkunagoro X Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya.
Pada atraksi budaya ini, para penari wanita yang berasal dari berbagai usia tampak sepenuh hati saat membawakan tarian.Tarian itu dibawakan oleh ratusan penari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pecinta tari maupun penikmat tari. Penonton yang memenuhi lokasi acara seperti terhipnotis menyaksikan penampilan para penari.
Sutradara Solo Menari 2023,Boby Ari Setyawan, sengaja memilih tarian tersebut sebagai pembuka karena dinilai menjadi cerminan filosofi Kota Solo. Tari Bedhayan Naradiptamerupakan hasil inspirasi dari tari Bedhaya yang ada di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat maupun Mangkunegaran. Baik di Keraton Surakarta maupun Pura Mangkunegaran, tari sakral ini hanya tampil di momen-momen tertentu.
Tari Bedhaya ini selanjutnya berkembang menjadi tari Bedhayan. Sedangkan jika dalam Bahasa Sansekerta, Naradipta berarti raja atau manusia yang berkilau.
Sementara itu, kostum warna putih yang dikenakan para penari merupakan cerminan pengharapan suci seluruh masyakarat untuk menyambut dan menghantarkan seorang pemimpin yang merakyat dan berkilau.
Sebaiknya Anda baca juga:
MenparekrafSandiaga Salahuddin Uno, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Adipati Mangkunegara X usai ikut membawakan tarian,mengikuti gerakan penari kawakan asal Solo yang juga pencipta tari BedhayanNaradipta,Rustini , meski sesaat, kemudian dikalungi kain berwarna putih.
Di ujung jalan, para Anoman cilik juga sudah siap di atas puluhan becak lengkap dengan pengemudinya. Puluhan Anoman dan para tamu tersebut selanjutnya diantarkan dengan naik becak dari Pasar Triwindu menuju Pasar Gede untuk kemudian pentas di sana.
Interaksi Penari
Kegiatan Solo Menari terasa begitu spesial karena ada sebanyak 700 penari yang terlibat. Saat pentas di Pasar Gede, mereka tidak hanya membawakan tarian tapi juga berinteraksi dengan penjual dan pengunjung pasar. "Interaksi ini yang menarik," kata BobyAri Setyawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Pasar Gede, para penari juga berinteraksi dengan masyarakat, di antaranya di Kampung Batik Kauman, Mal Solo Paragon, dan Balai Kota Surakarta. "Konsepnya membaca ruang, bagaimana pertunjukan itu tidak terbatas dan Solo punya potensi lain untuk menjadi ruang terbuka pertunjukan tari," kata Bobby.
Ratusan penari dari penari keraton, penari sanggar, pecinta tari, dan penikmat tari tersebut bukan hanya penari dewasa. Banyak juga di antaranya penari cilik yang memainkan tokoh Anoman. Di sepanjang jalan, teriakan khas binatang monyet mereka suarakan, sehingga menambah penampilan makin atraktif. Para penonton di sepanjang Jalan Slamet Riyaditerhibur dengan penampilan para penari tersebut.
Pergelaran Solo Menari rupanya tidak hanya menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat sekitar, tetapi juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Oleh Menparekraf,Solo Menari 2023 dipilih menjadi Kharisma Event Nusantara.
"Kami mengucapkan selamat, Solo Menari 2023 ini telah terpilih menjadi Kharisma Event Nusantara," kata Menparekraf, SandiagaSalahuddinUno.
Terpilihnya Solo tersebut usai melalui proses kurasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan demikian, akhirnya karya-karya maestro tari internasional dari Kota Solo menjadi destinasi seni pertunjukan yang baik.
Kurasi ini diklaim Menparekraf baru kali pertama selama tiga tahun Kemenparekraf ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk mengkurasi acara-acara di dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!