Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbudakan Modern di Industri Fesyen, Bagaimana Cara Mengatasinya?

📅 Sabtu, 29 Apr 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perusahaan mode yang transparan dan dapat dilacak adalah salah satu kuncinya. Transparansi melibatkan keterbukaan, komunikasi dan akuntabilitas. Sebagai sesama warga Bumi; kita perlu menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Kita tidak lagi mampu menjalani gaya hidup yang selama ini kita jalani. Menurut sebuah laporan dari Ellen MacArthur Foundation, industri fashion memproduksi 53 juta ton serat setiap tahun dan lebih dari 70% berakhir di tempat pembuangan akhir atau tempat pembakaran sampah. Kurang dari satu persen digunakan untuk membuat pakaian baru.

Lebih dari setengah fast fashion yang diproduksi dibuang dalam waktu kurang dari satu tahun. Satu truk penuh pakaian terbuang sia-sia setiap detiknya di seluruh dunia.

Jumlah rata-rata berapa kali garmen dikenakan sebelum akhirnya tidak lagi dipakai telah menurun sebanyak 36% dalam 15 tahun. Poliester adalah serat yang paling umum digunakan saat ini, akibatnya setengah juta ton serat poliester yang rontok ketika pakaian dicuci mencemari lingkungan, jumlah ini 16 kali lebih banyak dari microbeads plastik yang berasal dari alat kosmetik dan mengakibatkan polusi laut.

Lima hal yang dapat Anda lakukan sekarang

Kita tidak bisa terus mengejar tenaga kerja yang paling murah dan mengeksploitasi sumber daya alam selamanya. Cara berbisnis seperti itu bukan lagi menjadi pilihan. Untuk mengatasi perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang adil bagi semua orang, berikut adalah lima hal yang dapat Anda lakukan:




Siapa yang membuat pakaianku?

1. Tanyakan: #siapapembuatpakaianku?

Ajukan pertanyaan, didik diri Anda sendiri, dan bertindaklah secara sadar. Siapa yang membuat pakaianmu? Bagaimana produk ini akan berakhir? Berapa lama saya akan menggunakan produk ini? Apakah saya benar-benar membutuhkannya? Terbuat dari apa pakaian itu? Apakah harga mencerminkan upaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuatnya?

2. Kenakan apa yang Anda miliki

Jangan buang pakaian, sepatu, dan aksesori Anda. Ada cara untuk mencegah barang-barang ini berakhir di tempat pembuangan sampah (menggunakan kembali, menjual kembali, menukarnya dengan orang lain, memperbaiki, menyesuaikan, menyumbang, atau mewariskannya). Apakah bisa diperbaiki? Disesuaikan? Belajarlah untuk merawat pakaian Anda, semakin lama kita terus memakai barang, semakin banyak emisi yang dapat kita kurangi dari lemari kita.

3. Temukan cara alternatif untuk menjadi modis

Beli barang bekas, kurangi jumlah barang yang Anda beli, sewa, jual kembali, gunakan kembali, tukar, perbaiki, sesuaikan atau bagikan. Pikirkan dampak yang ingin Anda buat dan apakah Anda bisa mempertahankannya? Misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik, menggunakan lebih sedikit produk hewani atau dengan mendukung bisnis lokal.

4. Ciptakan gaya personal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.