Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan TBC dan Mental Depok Dikaji

📅 Sabtu, 29 Apr 2023, 04:00 WIB | Oleh:
Penanganan TBC  dan Mental Depok Dikaji Doc: ANTARA/Dhoni Setiawan
Ket. Ilustrasi - Sejumlah pasien penderita Tuberkulosis (TB) antre saat akan menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

DEPOK - Tren tuberculosis (TBC) di Depok meningkat sejak 2020 sampai Oktober 2022. Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyusun kajian rekomendasi kebijakan penanganan tuberkulosis dan layanan kesehatan mental di Kota Depok.

"Ten tuberkulosis mengalami peningkatan sejak tahun 2020 sampai Oktober 2022," ujar Wakil Kepala Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2023, Difa Alya Husna, yang dipantau Jumat (28/4).

"Temuan kami menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 justru membuat kasus tuberkulosis meningkat. Meskipun mobilitas masyarakat berkurang, kontak serumah menjadi faktor penularan utama penyebaran tuberkulosis. Hal ini diperparah dengan sulitnya masyarakat membedakan gejala tuberkulosis dan Covid-19," ujar Difa.

Difa menuturkan rekomendasi kebijakan itu sebagai kado untuk hari ulang tahun 24 Kota Depok pada tanggal 27 April. Menurut dia, ada beberapa tantangan dalam pemberantasan tuberkulosis. Salah satunya, kasus tak dilaporkan. Kemudian, kurangnya kepatuhan minum obat, pelibatan multisektor yang belum optimal, dan stigma negatif bagi pasien tuberkulosis.

Sementara itu, tinjauan BEM UI terhadap layanan kesehatan mental Kota Depok juga menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Difa menyatakan target capaian pelayanan orang dengan gangguan jiwa tidak pernah tercapai sejak tahun 2020.

Pemerintah Kota Depok memang telah mengupayakan pemantauan skrining bersamaan dengan berbagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun, BEM UI melihat masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan. Cotoh, pembuatan regulasi kesehatan mental, peningkatan akses, dan fasilitas pelayanan kesehatan mental. Kemudian, mengoptimalkan dan meratakan akses skrining gangguan kesehatan mental.

Selain merilis rekomendasi kebijakan evaluasi program penanganan tuberkulosis dan layanan kesehatan, BEM UI juga merilis rekomendasi kebijakan tata kelola sampah Depok. Koordinator bidang Sosial Lingkungan BEM UI, Kevin Wisnumurthi, mengatakan rilis ringkasan kebijakan itu merupakan komitmen untuk terus mengawal permasalahan Depok.

"UI sebagai kampus di Depok memiliki kewajiban berperan bagi kota ini. BEM sebagai bagian dari sivitas akademika UI memiliki tanggung jawab moral untuk menaruh perhatian terhadap segala permasalahan Depok," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.