Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Evakuasi Warga Asing Kian Diintensifkan

📅 Rabu, 26 Apr 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Evakuasi Warga Asing  Kian Diintensifkan Doc: AFP
Ket. Pertempuran Sengit I Tentara Sudan yang setia kepada panglima militer Abdel Fattah al-Burhan duduk di atas sebuah tank di Kota Port Sudan pada Kamis (20/4) pekan lalu. Badan-badan PBB melaporkan bahwa akibat pertempuran sengit antara tentara dengan pasukan paramiliter RSF telah menelan korban sedikitnya 459 orang tewas dan lebih dari 4.000 terluka.

KHARTOUM - Gencatan senjata antara jenderal-jenderal Sudan yang bertikai yang ditengahi Amerika Serikat (AS) dilaporkan pada Selasa (25/4) sebagian besar tetap berlaku di Ibu Kota Khartoum ketika negara-negara asing meningkatkan upayanya untuk mengevakuasi warga negara mereka dari negara yang dilanda kekacauan itu.

Gencatan senjata diberlakukan setelah terjadi pertempuran sengit termasuk serangan udara dan serangan artileri selama sepuluh yang telah menewaskan mayoritas ratusan warga sipil dan menyebabkan kehancuran di sekitar Khartoum.

"Khartoum telah mengalami lebih dari sepekan kehancuran yang tak terkatakan," cuit Duta Besar Norwegia, Endre Stiansen, di media sosial, usai ia dievakuasi.

Badan-badan PBB pada Senin (24/4) melaporkan bahwa sedikitnya 459 orang tewas dan lebih dari 4.000 terluka dalam pertempuran sengit di negara terbesar ketiga Afrika itu.

Dilaporkan bahwa ribuan warga Sudan telah mencoba melarikan diri ke Mesir, dan PBB memperingatkan bahwa pihaknya bersiap untuk mengantisipasi eksodus hingga 270.000 pengungsi ke Chad dan Sudan Selatan, dua negara tetangga Sudan yang jauh lebih miskin.

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa intensitas pertempuran mulai berkurang di Khartoum sejak akhir pekan lalu ketika pemerintah asing mengerahkan konvoi bala bantuan, pesawat, dan kapal, untuk mengeluarkan warga negara mereka.

Gencatan Senjata

Sementara itu pihak Angkatan Bersenjata dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter (RSF) Sudan yang bertikai telah menyetujui gencatan senjata setelah melakukan negosiasi yang intens. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam sebuah pernyataan sesaat sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada Senin tengah malam.

Dalam cuitannya, RSF menulis bahwa gencatan senjata ini bertujuan untuk membangun koridor kemanusiaan, yang memungkinkan warga dan penduduk untuk mengakses sumber daya penting, kesehatan dan zona aman, serta untuk memberi peluang bagi evakuasi misi diplomatik.

Uni Eropa menyambut baik pengumuman tersebut. "Kami mendesak kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi (gencatan senjata) itu," kata petinggi US, Josep Borrell.

Sementara itu Sekjen PBB, Antonio Guterres, pada Senin memperingatkan bahwa Sudan berada di tepi jurang dan kekerasan dapat melanda seluruh wilayah dan sekitarnya.

Sudan, salah satu negara termiskin di dunia, memiliki sejarah kudeta militer yang bermasalah. Konflik terbaru telah mengadu pasukan yang setia kepada panglima militer Abdel Fattah al-Burhan melawan mantan wakilnya Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin RSF.

Kedua jenderal tersebut merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, tetapi kemudian berselisih, dan terakhir mereka bertikai karena rencana integrasi RSF ke dalam tentara reguler. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.