Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragedi Bhopal, Malapetaka Terburuk dalam Dunia Industri

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 06:40 WIB | Oleh:

Tidak ada rencana untuk mengatasi bencana sebesar ini. Alarm tangki yang akan memperingatkan personel tentang kebocoran tidak berfungsi setidaknya selama empat tahun sebelumnya. Sistem cadangan lainnya tidak berfungsi atau tidak ada.

Pabrik itu dilengkapi dengan sistem cadangan tunggal, tidak seperti sistem empat tahap yang biasanya ditemukan di pabrik Amerika Serikat. Tangki 610 menampung 42 ton MIC, jauh di atas kapasitas yang ditentukan. Diyakini bahwa 27 ton MIC lolos dalam kebocoran tersebut.

Semprotan air yang dirancang untuk mengencerkan gas yang keluar tidak dipasang dengan baik dan terbukti tidak efektif. Kerusakan yang diketahui ada pada perpipaan dan katup belum diperbaiki atau diganti, karena biayanya dianggap terlalu tinggi. Peringatan dari pakar AS dan India tentang kekurangan lain di pabrik juga diabaikan.

Buntut dari bencana itu hampir sama kacaunya. Union Carbide awalnya tanggap, memberikan bantuan dan uang kepada Bhopal. Namun demikian, dihadapkan dengan tuntutan hukum 3 miliar dollar AS, perusahaan itu bertahan. Akhirnya menyetujui penyelesaian 470 juta dollar AS, hanya 15 persen dari klaim awal. Bagaimanapun, sangat sedikit uang yang sampai kepada para korban bencana.

CEO Union Carbide, Warren Anderson, menghadap Kongres pada Desember 1984, menjanjikan komitmen baru perusahaannya terhadap keselamatan. Janji itu kosong di India dan mungkin juga di Kongres AS. Anderson kemudian didakwa melakukan pembunuhan oleh jaksa India tetapi berhasil menghindari surat perintah penangkapan internasional dan menghilang.

Penyelidik dari Greenpeace, yang terus menaruh minat aktif dalam kasus ini, menemukan Anderson pada 2002, hidup dan sehat serta hidup nyaman di Hamptons. India mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Anderson pada tahun 2009, tetapi Amerika Serikat tidak menunjukkan kecenderungan untuk menyerahkannya ke pengadilan India.

Selanjutnya Union Carbide diakuisisi oleh Dow Chemical pada 2001. Namun perusahaan ini menolak bertanggung tanggung jawab tambahan apa pun untuk para korban, dengan alasan bahwa utang tersebut telah dibayar melalui berbagai penyelesaian pengadilan.

Pada Juni 2010, tujuh mantan karyawan anak perusahaan Union Carbide di India dinyatakan bersalah atas kematian karena kelalaian. Mereka masing-masing didenda sekitar 2.000 dollar AS dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara, kemudian dibebaskan dengan jaminan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.