Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Larangan Impor Baju Bekas, Saatnya Kembangkan Brand Lokal

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis

Menurut Hasran, jika bahan baku tekstil murah dan mudah diperoleh, industri dalam negeri dapat membuat produk yang berkualitas dengan harga lebih terjangkau. "Jika memang harus impor bahan baku maka pemerintah perlu mempermudah proses perizinannya," ujarnya.

Kedua, dukungan teknis seperti modal, pengembangan perencanaan bisnis, literasi digital, dan literasi keuangan - mengingat kebanyakan merek lokal dikembangkan oleh pelaku UMKM.

Perkara modal, Adinda berargumen bahwa hal ini bisa dilakukan dengan pemberian pinjaman atau dukungan pemerintah untuk mempertemukan pelaku UMKM fesyen lokal dengan investor.

Sementara, Hasran menekankan pentingnya keterampilan digital.

"Kemampuan digital ini akan memperbaiki cara desain dan juga marketing menjadi lebih menarik bagi para kawula muda. Pemerintah perlu menggencarkan program pelatihan digital bagi para pelaku di industri tekstil ini," ujarnya.

Ketiga, pembukaan akses pasar.

Menurut Adinda, hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pameran atau bazaar dengan sewa tempat yang lebih murah, seperti melalui Pekan Raya Jakarta (PRJ), yang dilaksanakan tahunan untuk merayakan ulang tahun Jakarta dan ramai mengundang pengunjung.

Pembukaan pasar juga bisa dilakukan lewat inisiatif mall untuk menyediakan ruang bagi brand lokal baik dalam bentuk toko maupun pameran.

Melihat animo masyarakat yang sebetulnya cukup baik terhadap brand lokal, Adinda berkata, "Jadi saya sih sebenernya percaya, biarkan market itu tumbuh dan berkembang dengan natural. Tidak terlalu banyak intervensi dan justru didorong support yang sifatnya konstruktif dan tidak menutup kompetisi seperti melakukan pelarangan-pelarangan impor, termasuk barang-barang bekas."The Conversation

Anggi M. Lubis, Business + Economy Editor, The Conversation

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.