Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Wabah segera Berakhir, 68,7 Juta Warga Indonesia Telah Menerima Vaksin Booster Pertama

📅 Senin, 17 Apr 2023, 00:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Wabah segera Berakhir, 68,7 Juta Warga Indonesia Telah Menerima Vaksin Booster Pertama Doc: ANTARA/HO-Satgas Covid-19
Ket. ANTARA/HO-Satgas Covid-19

Jakarta - Semoga wabah segera berakhir. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 68,7 juta warga Indonesia telah memperoleh suntikan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster pertama hingga 16 April 2023.

Dilansir dari keterangan Satgas Penanganan Covid-19 di Jakarta, Minggu, jumlah penerima booster pertama sebanyak 68.706.752 orang dari total sasaran 234.666.020 orang.

Sedangkan booster kedua berjumlah 3.126.227 orang. Untuk penerima vaksinasi dosis kedua berjumlah 174.865.563 orang dan penerima dosis pertama sudah mencapai 203.828.922 orang.

Sementara angka terkonfirmasi positif Covid-19 harian secara nasional bertambah 904 orang, angka sembuh bertambah 545 orang, dan meninggal 7 orang pada Minggu hingga pukul 12.00 WIB.

Epidemiolog Universitas Indonesia Iwan Ariawan mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi penguat atau dosis ketiga agar bisa mengurangi risiko berat jika terpapar varian Covid-19 Arcturus.

"Sebetulnya bukan hanya Arcturus saja, tetapi juga bisa terpaparvarian sebelumnyameskipun sudah vaksin, tetapi vaksin itu kan fungsinya mengurangi tingkat keparahan kalau kita tertular. Jadi,masyarakat harus melengkapi vaksinasi paling tidak sampai dosis ketiga (booster)," kata Iwan.

Ia mengatakan vaksinasi dosis ketiga mampu mengurangi risiko terjadinya penyakit yang berat dan kematian ketika seseorang terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi Covid-19 lengkap hingga dosis penguat sebelum mudik Lebaran 2023.

"Dianjurkan agar masyarakat untuk booster(penguat), sebab Covid-19 subvarian Omicron terbaru, Arcturus, sudah terdeteksi ada di Indonesia. Sejauh ini ada dua kasus Arcturus dan pasiennya sudah sembuh," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Ia mengatakan Arcturus atau yang dikenal dengan XBB.1.16, diduga menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di sejumlah negara, salah satunya India. Di Indonesia, kasus Covid-19 terbilang terkendali, tetapi masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim mudik Lebaran 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.