- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sungguh Kejam, Sekjen PBB ...
Sungguh Kejam, Sekjen PBB Ngeri Lihat Video Eksekusi Brutal Tawanan Perang Ukraina
Jumat, 14 Apr 2023, 05:39 WIBNew York - Sungguh kejam. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku ngeri melihat video pemenggalan kepala seorang tawanan perang Ukraina. Dia menuntut para pelaku dimintai pertanggungjawaban.
"Sayangnya ini bukan insiden yang terpisah," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, kepada wartawan pada Rabu waktu setempat.
Dia mengatakan misi pemantauan hak asasi manusia PBB di Ukraina terkejut oleh video yang sangat mengerikan yang beredar di media sosial itu. Misi PBB ini mendokumentasikan pelanggaran-pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk yang dilakukan terhadap tawanan perang dalam laporannya baru-baru ini.
''Pelanggaran sekecil apa pun harus diusut tuntas dan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,'' kata Dujarric.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk pemenggalan tersebut dan bersumpah untuk menghukum para pelakunya.
Menyamakan Rusia dengan ISIS, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyebut Rusia lebih buruk daripada kelompok teroris itu.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keaslian video itu harus diperiksa sebelum menarik kesimpulan.
''Tentu saja, ini video yang mengerikan,'' kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jerman, Prancis, Belgia, Irlandia, dan Belanda Kirim Pesawat untuk Pulangkan Warganya yang Terjebak di Kapal Pesiar Hantavirus
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Tragedi Bantargebang: Wagub Rano Karno Pastikan Pemprov DKI Tak Halangi Proses Hukum
-
Pemprov Sumut Berharap Lomba Kreasi Baris Berbaris MPR RI Perkuat Semangat Persatuan dan Kesatuan
-
Tiongkok Berlakukan Pembatasan Zona Udara Pesisir Selama 40 Hari
-
Kenaikan BI Rate Bantu Meredam Aksi Spekulasi Terhadap Rupiah
-
BI Atur Pembatasan Pembelian Mata Uang Dolar AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.