Ekspor Kopi Kertas dan Lemak Kakao ke Mesir Meningkat
Jumat, 14 Apr 2023, 14:11 WIBJAKARTA - Atase Perdagangan Kairo M Syahran Bhakti S menyampaikan ekspor beberapa komoditas unggulan seperti kopi, produk kertas, dan lemak kakao ke Mesir meningkat pada 2022.
Berdasarkan catatan Central Agency for Public Mobilization and Statistics Mesir (CAPMAS), kopi mengalami peningkatan ekspor 8,7 persen, produk kertas 98,13 persen, dan lemak kakao 23,9 persen.
"Laporan CAPMAS, total perdagangan Indonesia-Mesir sebesar 2,176 miliar dollar AS pada 2022. Ekspor Indonesia ke Mesir sebesar 1,666 miliar dollar AS sementara ekspor Mesir ke Indonesia 510,20 juta dollar AS. Artinya, Indonesia membukukan surplus 1,555 miliar dollar AS," ujar Syahran melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/4).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Syahran bersama Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf dan Sekretaris II Fungsi Ekonomi M Arif Ramadan melakukan pertemuan dengan mengundang buyer potensial asal Mesir yang berdomisili di Alexandria pada Selasa (4/4).
Syahran menyebutkan sejumlah produk rempah yang mengalami penurunan ekspor, yaitu cengkeh turun 34,54 persen, pala 31,43 persen, dan bubuk kakao 42,56 persen. Angka perdagangan bilateral Indonesia-Mesir secara umum meningkat.
Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf mengatakan, potensi ekonomi perdagangan Indonesia-Mesir masih dapat terus ditingkatkan. Pertemuan bisnis tersebut adalah salah satu upaya pembinaan buyer untuk bersama membuka peluang kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan dan saling melengkapi.
"Hal ini mengingat situasi resesi dunia yang belum membaik," kata Lutfi.
Luthfi menyampaikan perkembangan terkini pertumbuhan ekonomi perdagangan Indonesia di hadapan pada buyer potensial.
Dia juga mengajak buyer meningkatkan pembelian produk komoditas unggulan Indonesia seraya mencari peluang agar produk baru dapat dipasarkan di Alexandria dan sekitarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Al Poston for Import & Export yang telah melakukan misi pembelian ke Indonesia dengan skema imbal dagang antara produk kopi Indonesia dan jeruk Mesir.
Selanjutnya, Al Gharas for Herb and Spices sebagai importir produk rempah dan kopi; Agnaden for Import & Export untuk produk bubuk kakao; serta Kamal Saad for Paper Industries importir produk kertas dan alat tulis kantor.
Diskusi dalam pertemuan berlangsung interaktif. Terungkap Direktur Agnaden For Import & Export Hosny yang selama ini mengimpor produk bubuk kakao ingin menjajaki produk hasil pertanian lainnya.
"Kami telah empat tahun mengimpor produk bubuk kakao dari Indonesia yang berkualitas tinggi. Saat ini, kami ingin membuka importasi produk lainnya, seperti kelapa kering (dessicated coconut)," kata Hosny.
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Baru Setahun Beroperasi, Bus Transjakarta Rute PIK2-Blok M Sudah Melayani 1,4 Juta Penumpang
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Hasil Piala Dunia: Mesir Petik Kemenangan Perdana, Tundukkan Selandia Baru 3-1
-
Peneliti Kementan Lahirkan 5 Varietas Kakao Unggul, Siap Dongkrak Pendapatan Petani
-
Argentina Vs Mesir: Argentina Unggul dan Menuju Babak 8 Besar
-
Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.