Melonjak, BPS: Ekspor di Kalsel Tembus Rp98,20 Triliun Selama Semester I 2026
Selasa, 04 Agu 2026, 02:20 WIBBANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat nilai ekspor di provinsi itu tembus sekitar Rp98,20 triliun selama semester I 2026, meningkat 14,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif di Banjarbaru, Senin, mengatakan capaian tersebut ditopang nilai ekspor pada Juni 2026 yang mencapai sekitar Rp18,86 triliun, naik 3,86 persen dibandingkan Mei 2026 dan meningkat 44,47 persen dibandingkan Juni 2025.
âKelompok bahan bakar mineral masih menjadi komoditas ekspor terbesar Kalimantan Selatan dengan nilai sekitar Rp15,61 triliun, berkontribusi 82,73 persen terhadap total ekspor pada Juni 2026,â ujarnya.
Ia menyebut komoditas utama lainnya meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati sekitar Rp2,38 triliun, kayu dan barang dari kayu sekitar Rp295,16 miliar, berbagai produk kimia sekitar Rp232,14 miliar, serta karet dan barang dari karet sekitar Rp205,29 miliar.
Kemudian lima kelompok komoditas tersebut secara kumulatif menyumbang 99,23 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan pada Juni 2026 sehingga masih menjadi penopang utama kinerja perdagangan luar negeri daerah.
Ia menjelaskan, dari sisi negara tujuan, China menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai sekitar Rp7,53 triliun, diikuti Malaysia sekitar Rp2,46 triliun, Jepang sekitar Rp1,56 triliun, India sekitar Rp1,40 triliun, dan Filipina sekitar Rp1,28 triliun.
Dia mengatakan nilai ekspor ke China pada Juni 2026 meningkat 8,82 persen dibandingkan Mei 2026, ekspor ke Malaysia dan Jepang juga tumbuh masing-masing 44,19 persen dan 50,07 persen, sedangkan ekspor ke India turun 28,81 persen dan ekspor ke Filipina meningkat 2,11 persen.
Secara keseluruhan, nilai ekspor ke lima negara tujuan utama mencapai sekitar Rp14,24 triliun pada Juni 2026 atau meningkat 10,43 persen dibandingkan Mei 2026. Kelima negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 75,46 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan pada Juni 2026.
Sementara itu, BPS juga mencatat nilai impor Kalimantan Selatan selama semester I 2026 mencapai sekitar Rp18,16 triliun, meningkat 33,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
âAdapun nilai impor pada Juni 2026 sekitar Rp3,25 triliun, turun 14,23 persen dibandingkan Mei 2026, namun masih meningkat 2,79 persen dibandingkan Juni tahun lalu,â ujar Mukhamad Mukhanif.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
UI Harap Pemerintah Tingkatkan Pengetahuan Guru Atasi Kekerasan Seksual Anak di Kawasan 3T
-
Pemprov Kalimantan Selatan Bangun dan Rehabilitasi Lumbung Pangan di Empat Sentra Produksi
-
Imlek dan Ramadan Fair Perkuat Toleransi di Singkawang
-
BNPB: Sistem Monitoring Longsor Belum Optimal di Banyak Wilayah
-
Inggris vs Ghana: Tuchel Lakukan Perubahan Starting XI, Harry Kane Tetap Jadi Andalan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.