Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs

Selasa, 07 Jul 2026, 18:23 WIB

JAKARTA - Pelatih Mesir Hossam Hassan menegaskan timnya tidak silau dengan nama besar Argentina menjelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (7/7) malam WIB.

Mesir akan menghadapi ujian berat melawan Argentina yang datang dengan status juara bertahan dan diperkuat Lionel Messi. Namun, Hossam menyebut pertandingan tersebut harus dihadapi sebagai kesempatan besar untuk membuktikan kelayakan Mesir berada di fase gugur.

Ket. Foto: Pesepak bola Mesir, Mohamed Salah (kiri), berebut bola dengan pesepak bola Australia, Aziz Behich, pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Dallas, Amerika Serikat, Jumat (3/7) waktu setempat. — Sumber: ANTARA/Xinhua/Wu Xiaoling

"Argentina memiliki pemain-pemain hebat. Tentu saja, mereka memiliki Messi yang legendaris, tetapi kami menghormati seluruh skuad mereka. Ini sepak bola, dan kita tidak boleh meremehkan lawan,” kata Hossam Hassan dilansir laman FIFA, Selasa.

“Saya telah bekerja dengan para pemain saya dan mempersiapkan mereka tanpa memandang warna seragam lawan, atau nama mereka, dan peringkat mereka. Ini adalah Piala Dunia, kesempatan besar untuk membuktikan diri dan bahwa kami pantas berada di sini," katanya menambahkan.

Mesir melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti 4-2 usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Mohamed Salah dan kawan-kawan untuk menghadapi Argentina dengan kepercayaan diri lebih besar.

Hossam menilai Argentina memang memiliki kualitas individu yang tinggi, tetapi Mesir tidak ingin pertandingan hanya dilihat dari keberadaan Messi. Menurut dia, Argentina harus dihormati sebagai sebuah tim, bukan hanya karena satu pemain.

Sikap itu menjadi pesan penting bagi para pemain Mesir agar tetap fokus pada rencana permainan sendiri. Hossam ingin timnya bermain tanpa beban, tetapi tetap disiplin menghadapi lawan yang lebih berpengalaman di turnamen besar.

Selain menjadi ujian menghadapi juara bertahan, bagi Mesir, pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian bahwa keberhasilan mereka melangkah ke fase gugur bukan sebuah kebetulan. 

Kondisi Siaga Penuh

Sementara itu, Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan timnya berada dalam kondisi siaga penuh menjelang pertandingan melawan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa malam WIB.

Scaloni tidak ingin Argentina memandang Mesir sebagai lawan yang lebih ringan meski Albiceleste datang dengan status juara bertahan. Ia menilai Mesir memiliki kualitas untuk menyulitkan Argentina, sama seperti ketika timnya harus bekerja keras melewati perlawanan Cabo Verde pada babak sebelumnya.

“Kami dalam kondisi waspada seperti sebelum pertandingan melawan Cabo Verde. Mesir juga lawan yang bagus. Mereka tim yang sangat bagus,” kata Scaloni dikutip dari laman FIFA.

Argentina lolos ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Cabo Verde dengan kemenangan 3-2 melalui perpanjangan waktu. Hasil itu menjadi peringatan bagi Argentina bahwa fase gugur tidak memberi ruang untuk lengah, sekalipun menghadapi tim yang secara pengalaman turnamen berada di bawah mereka.

Scaloni mengatakan Mesir memiliki pemain-pemain penting dan pelatih yang sudah cukup lama bekerja bersama tim tersebut. Menurut dia, Mesir memainkan sepak bola yang baik dan selalu membuat lawan berada dalam pertandingan sulit.

Perhatian Argentina juga tertuju kepada Mohamed Salah. Scaloni menyebut pemain Liverpool itu sebagai sosok hebat dan mengakui akan menjadi pengalaman menarik bagi Argentina untuk menghadapinya.

“Salah pemain hebat, akan menjadi kesenangan untuk menghadapinya. Tim kami tahu bagaimana menghadapi para pemain hebat seperti ini dan kami selalu bekerja keras untuk itu,” ujar Scaloni.

Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut membuat Mesir melanjutkan langkah ke babak 16 besar dan membuka peluang untuk mencatat sejarah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Bagi Argentina, laga ini bukan hanya soal mempertahankan status unggulan, tetapi juga menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan. Pengalaman menghadapi Cabo Verde menjadi bekal penting agar Lionel Messi dan kawan-kawan tidak kembali terjebak dalam pertandingan yang berjalan sulit hingga fase akhir.

Pemenang pertandingan Argentina melawan Mesir akan melaju ke perempat final dan menghadapi pemenang laga Swiss melawan Kolombia. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.