Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Minggu, 14 Jun 2026, 14:42 WIB

MAKASSAR — Masih adanya celah pengawasan atau blind spot pada pertahanan udara di wilayah Indonesia Timur berpotensi membuka peluang bagi pesawat asing melakukan intersepsi tanpa terdeteksi.

Hal itu ia sampaikan Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Jumat (12/6).

"Kita tidak ingin lagi ada blind spot yang membuat bisa ada intersepsi dari warga negara lain atau dari pesawat lain," tegas Syamsu, dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia mengingatkan, Markas Komando Operasi Udara II Makassar bertanggung jawab atas sepertiga wilayah Indonesia, sehingga penguatan sistem deteksi dan kontrol ruang udara menjadi sangat mendesak. Ia mengusulkan teknologi yang ada saat ini perlu ditingkatkan, tidak cukup hanya mengandalkan Ground Control Interception (GCI).

"Bukan hanya sekadar GCI, tetapi juga mungkin ada teknologi seperti AWACS atau Airborne Early Warning Control, sehingga kedepannya Indonesia Timur itu bisa menjaga Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Menutup pernyataan, ia menekankan perlunya kemampuan mendeteksi potensi ancaman dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) maupun entitas udara lain yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI. "Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, tetapi kita harus bersiap," pungkas Syamsu. 

Ket. Foto: Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Syamsu Rizal, saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Jumat (12/6/2026). — Sumber: DPR RI

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Koran Jakarta

Berita Terbaru

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Demi Ketahanan Pangan, Tiap Desa Mesti Membangun Dua Hektare Makanan

Warga Kalbar Semakin Melek Transaksi Elektronik, Angka QRIS Mencapai Rp6,5 Triliun  

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak dalam Dua Bulan Terakhir Relatif Stabil ‎

Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS pada Senin (17/8), Kompak Naik di Pegadaian

Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Bulog NTT Tambah 10 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT

Paskibraka Siap Jalankan Tugas Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka.

Telkom Buka Internet Gratis di Lokasi Pengungsian Gempa NTT, Warga Bisa Tetap Terhubung

Siswi SMA 1 Palembang Caliya Azaria Ivana Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI.

Harga Emas Antam pada HUT Ke-81 RI, Naik Jadi Rp2.677.000/ Gram 

17 Penerjun Kopassus Taklukkan Ketinggian 10.000 Kaki dalam Victory Jump di Monas.

HUT ke-81 RI, Gubernur Pramono Ungkap Arah Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global

HUT ke-81 RI di Papua Pegunungan, Upacara di Wamena Berlangsung Lancar.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.