Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Sebut Kebocoran Dokumen Timbulkan Risiko Keamanan 'Serius'

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Sebut Kebocoran Dokumen Timbulkan Risiko Keamanan 'Serius' Doc: AFP/Getty Image/Alex Wong
Ket. Foto udara Pentagon diambil pada November 2022.

WASHINGTON - Kebocoran dokumen AS yang sangat sensitif, banyak di antaranya terkait konflik Ukraina, membawa risiko "sangat serius" bagi keamanan nasional AS, kata Pentagon, Senin (10/4).

Pelanggaran tersebut sedang diselidiki oleh Departemen Kehakimandan tampaknya mencakup informasi rahasia tentang perang di Ukraina serta analisis sensitif dari sekutu AS, yang sekarang sedang diyakinkan oleh para pejabat Amerika.

Lusinan foto dokumen ditemukan di Twitter, Telegram, Discord, dan situs lain dalam beberapa hari terakhir, meskipun beberapa mungkin telah beredar online selama berminggu-minggu, sebelum mendapat perhatian media minggu lalu.

Dokumen-dokumen yang beredar online menimbulkan "risiko yang sangat serius bagi keamanan nasional dan berpotensi menyebarkan disinformasi", kata Chris Meagher, Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Publik, tanpa mengonfirmasi keasliannya.

"Kam masih menyelidiki bagaimana ini terjadi, serta ruang lingkup masalahnya. Ada langkah-langkah untuk melihat lebih dekat bagaimana jenis informasi ini didistribusikan dan kepada siapa," kata Meagher kepada wartawan.

Banyak dokumen tidak lagi tersedia di situs tempat pertama kali muncul, dan AS dilaporkan terus berupaya menghapusnya.

Meagher mengatakan, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada awalnya tidak diberi pengarahan tentang masalah ini sampai pagi hari 6 April, hari ketika berita New York Times menerbitkan tentang dokumen tersebut.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Joe Biden diberi pengarahan tentang kebocoran "akhir pekan lalu", tetapi tidak memberikan tanggal spesifik.

Banyak dokumen yang berhubungan dengan Ukraina, seperti yang memberikan informasi tentang pertahanan udara negara atau lainnya tentang upaya internasional untuk membangun kekuatan militernya.

Tetapi dokumen lain menunjukkan pengawasan AS terhadp sekutunya, seperti yang menyatakan para pemimpin badan intelijen Israel Mossad mengadvokasi protes domestik rencana reformasi peradilan yang kontroversial.

Pejabat AS telah menghubungi sekutu Washington mengenai masalah ini, kata Departemen Luar Negeri.

Mereka "terlibat dengan sekutu dan mitra di tingkat tinggi dalam hal ini, termasuk meyakinkan mereka tentang komitmen kami menjaga intelijen dan kemampuan mengamankan kemitraan kami", kata juru bicara Vedant Patel kepada wartawan.

Pentagon juga mengatakan Komite Kongres telah diberitahu.

Meagher mengatakan tim Pentagon sedang bekerja untuk menentukan apakah dokumen itu asli, mencatat bahwa gambar yang beredar online tampaknya menunjukkan informasi sensitif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

21 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.