Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Sejak Dini Gangguan Bipolar

📅 Senin, 03 Apr 2023, 00:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenali Sejak Dini Gangguan Bipolar Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Aktivis disabilitas psikososial dari Yayasan Remisi Agus Hasan Hidayat (kanan).

Jakarta - Cegah salah persepsi. Yayasan Bipolar Care Indonesia (BCI) dan Yayasan Remisi bekerja sama denganLega Healing Studiomengajak masyarakat untuk mengenali gangguan bipolar.

"Hari Bipolar Sedunia atauWorld Bipolar Dayyang diperingati setiap tanggal 30 Maret momentum tepat untuk mengenali gangguan bipolar dan melihat fenomena kesehatan mental dari sudut pandang berbeda," kata aktivis disabilitas psikososial dari Yayasan Remisi Agus Hasan Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Agus menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat mispersepsi di tengah masyarakat terkait gangguan bipolar.

"Untuk itu, dalam rangka Hari Bipolar Sedunia kami menyelenggarakan acara seminar dantalk showdengan tema "Kenalan Lagi Dengan Gangguan Bipolar, Yuk!"

Agus menambahkan, pihaknya mendorong agar masyarakat melihat penyintas gangguan bipolar melalui sudut pandang sosial dengan pendekatan HAM.

"Hal ini terkait dengan bagaimana cara mengatasi hambatan kultural agar tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan bipolar, agar orang dengan bipolar bisa mandiri dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat," katanya.

Selain itu, Agus juga menjelaskan tentang pentingnya berbagai dukungan berbasis komunitas terhadap orang dengan bipolar.

"Dukungan ini sangat penting untuk mengatasi berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dapat dialami oleh orang dengan bipolar misalkan diskriminasi berlapis hingga kekerasan sebagai bagian dari kelompok disabilitas," katanya.

Sementara itu, dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) Erickson Siahaan Sp KJ mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai kesehatan mental.

Menurut dia, orang dengan gangguan bipolar bisa menjalani hidup keseharian dengan baik, produktif, serta mandiri.

Pegiat terapi seni dari Lega Healing Studio Vindy Ariella menekankan mengenai pentingnya mengenal terapi seni, hidup sehat, melatihmindfulness, journaling dan kegiatan menarik lainnya.

"Menggambar bisa menjadi media yang aman untuk mengekspresikan diri, serta bisa mendapatinsightlebih dalam mengenai apa yang dirasakan dan pikirkan, serta mengeluarkan emosi yang tertahan atau katarsis," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.