Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa UNY yang Sedang KKN Mengajarkan Membatik Pada Warga

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh:
Mahasiswa UNY yang Sedang KKN Mengajarkan Membatik Pada Warga Doc: Istimewa
Ket. Batik hasil karya ibu-ibu PKK di Desa Gedong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

YOGYAKARTA - Batik merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan pengakuan dari UNESCO bahwa batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi. Untuk itu, batik perlu terus dilestarikan.

Batik adalah tekstil dengan ornamen dasar motif batik, ornamen dasar motif batik yang diperoleh secara pencelupan dengan menggunakan lilin batik sebagai perintang. Maka, dapat disimpulkan batik merupakan seni menghias kain dengan menutup bagian kain guna membentuk corak menggunakan malam panas dengan alat canting sebagai wadah malam batik.

Menurut siaran persnya, batik ini menarik perhatian mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang KKN di Desa Gedong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo yang melakukan pelatihan membatik utamanya motif khas Purworejo.

Diah Widiastutik menggagas pelatihan ini karena melihat minimnya kualitas sumber daya manusia di desanya menempuh KKN terutama para ibu.

"Harapannya kedepan dapat dikembangkan bahkan dapat menjadi sumber penghasilan bila dikelola dengan serius," kata Diah, Kamis (30/3).

Mahasiswa prodi Pendidikan Kriya Fakultas Bahasa Seni dan Budaya tersebut menggandeng PKK setempat untuk memberi pelatihan sejak merancang atau mendesain motif batik, mencanting batik tulis, kuas, dan ciprat, mewarnai batik serta melorod (membersihkan) malam. Keempat tahapan itu dilaksanakan secara berurutan karena terkait dengan proses produksi batik.

Pelatihan diawali dengan paparan tentang tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan membatik berisi langkah-langkah pembuatan batik, mulai dari pengenalan alat dan bahan sampai dengan pembersihan malam (melorod). Lalu pada tahap desain motif batik, Diah memberi arahan tentang contoh-contoh motif batik khas Purworejo ke peserta pelatihan agar peserta bisa melihat dan menirunya, kemudian peserta diminta untuk berkreasi sesuai dengan keinginannya.

Selanjutnya peserta dilatih menggambar motif tersebut dalam kertas gambar. Pada kegiatan selanjutnya ialah tahapan memindah pola desain motif di kertas gambar ke permukaan kain (mengemal motif) dengan alat bantu pensil 2B.

Pada proses mencanting peserta pelatihan dikenalkan berbagai jenis-jenis canting dan kegunaannya. setelah itu peserta pelatihan diajari bagaimana menggunakan malam, peserta pelatihan juga diajari bagaimana menggunakan canting yang benar agar nyaman digunakan saat mencanting dengan malam.

Pada tahapan mewarnai peserta diberi pengenalan bahan pewarna, formula pencampuran bahan pewarna, dan cara pencelupan kain dalam pewarna. Peserta dilatih untuk memberi warna tunggal, atau warna jamak serta pengenalan pewarnaan teknik colet. Pada tahap melorod adalah proses menghilangkan lilin pada batikan yang sudah selesai diwarna.

Cara memasukan batikan ke dalam air panas (direbus), sambil diangkat kemudian dimasukan lagi, diulang-ulang hingga lilinnya lepas. Kemudian dicuci dengan air bersih sampai lilinya hilang. Apabila masih ada lilin yang menempel, direbus kembali dan dicuci, diulang-ulang sampai bersih.

Untuk mempercepat terlepasnya lilin, air untuk merebus dapat ditambahkan tepung tapioka (kanji) atau soda abu. Terakhir yaitu penjemuran batik di mana disarankan tidak kena langsung sinar matahari melainkan hanya dijemur di ruang yang teduh dan diangin-anginkan guna mempertahankan warna agar awet.

Hasil pelatihan batik bersama ibu-ibu di Desa Gedong berupa kain batik bermotif batik khas Purworejo seperti batik manggis, durian, kambing ettawa, kue clorot, lanting, dan penari dolalak. Kain batik yang dibuat memiliki ukuran 150 x 75 cm. Kain batik ini bisa dimanfaatkan untuk produk taplak meja ataupun selendang.

Menurut Wakil Ketua KKN UNY Desa Gedong, Said Abdurrohman pelatihan ketrampilan membatik bermanfaat untuk menumbuhkan kepercayaan diri warga dalam mengembangkan ketrampilan wirausaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.