• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Toko Roti Legendaris yang ...

Toko Roti Legendaris yang Tetap Bertahan hingga Usia 125 Tahun

Sabtu, 25 Mar 2023, 06:30 WIB

Postingan akunInstagram@majusberkarya mengingatkan kembali akan sejarah Roti Go. Toko roti yang berada Jalan Jenderal Sudirman nomor 724, Kauman Lama, Purwokerto Wetan, Purwokerto Kabupaten Banyumas ini, telah ada sejak 1898 atau telah berumur 125 tahun.

Bangunan tokonya terlihat klasik yang tanpa banyak detail dengan warna putih bersih. Tulisan Roti Go berwarna merah, kombinasi yang harmonis. Interior berdinding putih dengan lantai keramik dengan warna senada, selaras dengan warna perak etalase dan roti-roti berwarna coklat yang menggoda.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut Rosani, pemiliknya saat ini, resep turun temurun Roti Go tetap yang dipertahankan demi menjaga kualitas dan nilai sejarahnya membuat Roti Go bisa bertahan hingga kini. Meski dianggap sebagai "toko roti pertama" namun pemiliknya enggan mengklaimnya karena tidak ada data resmi sebagai pendukung.

Berbagai olahan roti bisa ditemukan di sini. Mulai dari roti sobek, roti manis, hingga roti tradisional lainnya bisa dibeli dengan berbagai variasi rasa. Isinya kini bervariasi dari yang dulunya berisi pisang, coklat, dankranten, sekarang sekitar 80 varian roti dan sekitar 10 jenis keik.

Roti andalan saat ini adalah roti kopibrooddan roti sobek isi daging ayam kampung. Harga roti rata-rata berkisar 3.000 sampai 6.000 rupiah. meski harganya terjangkau namun rasanya khas dari Toko Roti Go tetap dipertahankan.

Kelebihan roti yang dijual tanpa bahan pengawet dan menggunakan resep tradisional turun temurun. Pemilik akan membuang roti jika sudah dua hari sejak dibuat belum terjual. Inilah salah satu resep menjaga kualitas yang diterapkan.

Untuk mempertahankan rasa pengolahan rotinya sendiri masih menggunakan tungku yang terbuat dari batu bata dengan bahan bakar kayu untuk menjaga keaslian dan sejarah dari toko roti tersebut ketika pertama kali didirikan. Tungku ini masih bisa diselamatkan meski usaha ini pernah dibakar Belanda pada 1948.

Toko Roti Go buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Walaupun sudah tutup, biasanya terdapat sebuah gerobak dagangan kecil milik yang berada di depan toko yang masih menjual beberapa roti produk Roti Go hingga tengah malam.

Dalam kisahnya, Roti Go diambil dari nama pemilik terdahulunya, yaitu Go Kwe Ka, istri dari Oei Pak Ke Kio. Saat ini, Toko Roti Go dikelola oleh pasangan Rosani Wiogo dan FX Pararto Widjaja. Ia sempat menjadi dosen mikrobiologi di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Bisnis tersebut dilanjutkannya bersama sang suami sejak 2004.

Karena tanpa bahan pengawet dan hanya mampu bertahan selama dua hari makan roti ini sulit dibawa sebagai oleh-oleh dalam waktu lama. Olah kerenanya sebaiknya segera dimakan agar sebagai konsumen bisa merasakan kualitas dan rasa Roti Go.

Saat ini, baik Rosani dan Pararto telah berusia lanjut. Sayangnya anaknya belum bersedia karena masih menekuni usaha di bidang lain. Namun ia berharap ada pengelola baru yang kemungkinan saudaranya. Hal ini agar menjaga kesinambungan usaha Roti Go yang telah dilakukan pendahulunya.

Dalam mempertahankan nilai-nilai sejarah tidak berarti meninggalkan inovasi. Roti Go juga mengikuti selera pasar dengan hadirnya jenis roti baru, dengan tetap mempertahankan kualitas dan rasa. Inilah yang membuat usaha ini selama dari tengah gempuran usaha-usaha toko roti modern dengan peralatan yang canggih. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.