Pacu Sumber Baru Pertumbuhan
📅 Kamis, 23 Mar 2023, 08:21 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kegiatan hilirisasi sumber daya alam (SDA) dinilai menjadi salah satu sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi dalam negeri diperkirakan relatif sama denga periode sebelumnya meskipun di tengah kondisi ketidakpastian global.
"Kita melarang ekspor SDA untuk melakukan hilirisasi di dalam negeri, mengolah lebih lanjut. Kita membangun industri di dalam negeri, diolah agar pertumbuhan ekonomi lebih kuat," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam forum bisnis di Jakarta, Selasa (21/3).
Hilirisasi SDA diyakininya akan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian melalui ekspor produk olahan dengan nilai yang lebih tinggi dan penyerapan tenaga kerja.
"Sambil melakukan hilirisasi, kita terus pakai produk lokal. Ini juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kita yang baru ke depan," katanya.
Pemerintah juga terus mendorong agar kebutuhan kementerian dan lembaga yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dipenuhi oleh-oleh produk dalam negeri, terutama yang dihasilkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, transisi kepada ekonomi hijau juga akan menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.
"Kebutuhan energi Indonesia dengan jumlah penduduk yang semakin banyak dan ekonomi yang terus bertumbuh, akan mendorong kebutuhan terhadap energi. Ini pasti dipenuhi energi hijau, sehingga ini sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.
Dia pun meminta pelaku usaha dan pelaku sektor jasa keuangan menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di tengah turbulensi global yang terus-menerus, saya ingin titip agar pelaku usaha dan pelaku sektor jasa keuangan untuk melihat secara mendetail kesiapsiagaan kita masing-masing," katanya.
Pada kesempatan sama, ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, memperkirakan perekonomian Indonesia masih akan tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan pada 2023, di tengah ketidakpastian perekonomian global.
"Kalau kita bisa mempertahankan, dengan meredanya pandemi, mobilitas masyarakat dan permintaan domestik yang masih tinggi, perekonomian kita sangat mudah untuk tumbuh sekitar 5 persen secara tahunan," katanya.
Menurutnya, sejak 2022, beberapa negara di dunia sudah diperkirakan mengalami stagflasi, tetapi Indonesia justru bisa mencetak pertumbuhan sebesar 5,31 persen atau kembali ke kisaran 5 persen per tahun.
"Hal ini menjadi refleksi pada 2023 bahwa kondisi buruk perekonomian global tidak perlu menjadi kekhawatiran di Indonesia," katanya.
Kenaikan Komoditas
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!