Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Didorong Cari Pendanaan di Pasar Saham

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 18:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
UMKM Didorong Cari Pendanaan di Pasar Saham Doc: Istimewa.
Ket. Kiri-kanan mantan Ketua Umum HIPKA, Tubagus Farich Nahril, Ketum HIPKA Kamrussamad dan Dirut BEI Iman Rachman dalam Acara penandatangan MoU HIPKA bersama BEI di Jakarta, Jumat (17/3).

JAKARTA-Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk aktif melakukan langkah terobosan akses pendanaan melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah yang sedang menjaga tren pemulihan ekonomi domestik. Melalui Dirut BEI Iman Rachman bersama Ketua Umum HIPKA Kamrussamad, akhirnya proses kerjasama penandatanganan ini dilakukan pada Jumat (17/3/), di BEI, Jakarta.

"Kinerja jumlah investor di pasar modal di Indonesia, sejak 5 tahun terakhir meningkat 9,7 kali lipat dan jumlah investor saham meningkat 7 kali. Sebagai gambaran, jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 10, 5 juta investor, dan 4,4 juta untuk investor sahamnya. Dari 10, 5 juta ini, yang memberikan kontribusi sebesar 55 persen adalah perusahaan domestik. Sisanya asing," ujar Iman Rachman, Dirut BEI.

Seiring jumlah investor pasar modal yang terus mengalami kenaikan, seiring dengan gencarnya edukasi serta kemudahan akses yang ditunjang oleh perkembangan teknologi, menjadi hal yang positif, seperti disampaikan Iman.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sepanjang 2022 tercatat tembus 10,31 juta orang. Angka tersebut meningkat 37,68 persen dibandingkan dengan periode 2021, yang sebesar 7,49 juta investor.

Jumlah investor pasar modal tersebut mengacu pada jumlah Single Investor Identification (SID). Sedangkan sepanjang lima tahun terakhir atau dibandingkan periode 2018 sebanyak 1,62 juta orang, jumlah investor tanah air telah naik lebih dari 5 kali lipat, atau 536,42 persen. Selain itu selama lima tahun terakhir, emiten yang tercatat sudah ada 850 perusahaan, dengan rataan tercatat 50 perusahaan baru tiap tahunnya untuk proses go public.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Dengan kerjasama bersama HIPKA, maka diharapkan semakin bertambah perusahaan baru yang akan tercatat d bursa efek di Indonesia," papar Iman.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Keuangan HIPKA, Yana Adityamengatakan, anggota HIPKA yang akan melakukan IPO diutamakan berfundamental baik dan memiliki kemampuan untuk mencapai laba.

Terkait dengan upaya mendorong sepuluh anggota untuk IPO, Yana menyatakan bahwa pada Semester II-2023, maksimal ada dua perusahaan yang menggelar IPO.

"Anggota HIPKA berada di semua lapisan usaha dan berada di berbagai sektor. Yang sedang kami dorong adalah anggota yang masuk ke dalam ketentuan (IPO) BEI," kata Yana.

Akselerasi Bisnis

Bendahara Umum (HIPKA), Mohammad Rafil Perdana mengatakan, guna dapat membantu anggota dalam mengakselerasi pengembangan bisnis, HIPKA akan menyediakan infrastruktur menuju IPO, sosialisasi, edukasi dan pendampingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.