BNI Optimistis Kinerja Terus Melesat Dengan Menggenjot Transformasi Bisnis
Jumat, 17 Mar 2023, 07:08 WIBJAKARTA- PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) Tbk. atau BNI optimistis mampu meningkatkan kinerjanya secara berkelanjutan. Optimisme itu didukung oleh berbagai inovasi yang dikembangkan perusahaan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam memperoleh layanan dan akses keuangan.
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar di Jakarta, Kamis (17/3) mengatakan BNI fokus pada pengembangan infrastruktur teknologi dan inovasi digital dalam rangka meningkatkan kemampuan transaksional, terutama pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNIDirect. Hal itu bertujuan agar BNI dapat menjadi top of mind transactional bank bagi nasabah.
"BNI juga gencar melakukan perluasan partnership melalui platform open API dan pengembangan teknologi terkini seperti AI, blockchain, hingga metaverse dalam rangka memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan pengalaman pelanggan," kata Royke dalam konferensi persnya.
Perusahaan juga fokus pada peningkatan Current Account Saving Account (CASA) dan Fee Based Income (FBI) yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan ekspansi bisnis terutama ke nasabah top tier, mulai dari segmen korporasi dan turunan bisnisnya yang masuk dalam sektor industri prospektif, hingga segmen konsumer, dengan tetap mengedepankan asas prudential banking.
"Tentunya kami juga akan melanjutkan transformasi human capital, culture, dan operasional sehingga lebih agile dan lean dalam mendukung bisnis. Kami juga memperkuat jaringan bisnis internasional dalam mendukung penetrasi pasar global serta terus mengoptimalkan sinergi BNI Group dalam memperkuat posisi Perusahaan Anak," jelas Royke.
Dengan transformasi yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memacu kinerja di masa depan. Royke yakin dengan transformasi yang telah dilakukan, perseroan bisa mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana bisnis bank berupa indikator kinerja utama, yaitu pertumbuhan kredit hingga 10 persen, dengan Non Performing Loan (NPL) gross kurang dari 2,5 persen pada akhir 2023.
Target pertumbuhan neraca yang berkualitas tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap profitabilitas perusahaan, sehingga Net Interest Margin (NIM) diproyeksikan berada di atas 4,8 persen dan Return on Equity (ROE) di kisaran 15,7- 16 persen.
Royke mengakui, pada 2023 diprediksi sebagai tahun yang penuh tantangan, dengan masih berlanjutnya perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi secara global serta masih bergejolaknya hubungan Russia-Ukraina yang berimbas pada perekonomian dunia.
Meski demikian, lanjut Royke, masih ada peluang bagi Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berada pada tren yang positif. Salah satunya ditopang dari peluang melandainya inflasi ke angka 3,8 persen setelah meredanya dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi konsumen. Stabilnya ekonomi domestik ini tentunya akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi perbankan.
"Dengan mempertimbangkan prospek dan potensi bisnis serta kondisi makro ekonomi, perseroan tetap optimistis bahwa pertumbuhan kinerja akan positif seiring dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2023," tandasnya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Pemkab Karawang Minta Kemenhub Perhatikan Lampu PJU di Jalur Mudik
-
Kuartal I 2026, BNI Catat Kinerja Solid Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis
-
Kisah Haru Ketua RT di Pademangan Timur: Rela Tak Mudik Demi Jaga Rumah Warga
-
Perjalanan Mudik Lebih Aman dan Nyaman dengan Kesiapan Hadapi Cuaca Ekstrem
-
La Liga Spanyol: Barcelona Menjauh di Puncak Klasemen, Real Madrid Tersandung
-
Tahun 2026, Kementerian PKP Tata 25 Kawasan Kumuh dan Perbaiki 556 Rumah di Samosir
-
Daftar Penerima Remisi Idul Fitri 1447 H di Lapas dan Rutan Batam: 5 Orang Dinyatakan Bebas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.