Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyebab Runtuhnya Peradaban Zaman Perunggu

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 06:40 WIB | Oleh:

Hubungan baik ini berarti kemakmuran bagi orang-orang di negeri yang bersangkutan. Perdagangan berkembang seperti yang terlihat dalam proyek pembangunan besar Kerajaan Baru Mesir di antara bukti lainnya, dan setiap negara makmur melalui ikatan perdagangan dan diplomasi.

Seluruh cara hidup ini akan berubah secara drastis menjadi awal yang lebih buruk pada pertengahan hingga akhir abad ke-13 SM, dan inilah yang disebut Keruntuhan Zaman Perunggu. Ketika itu berakhir, dari negara-negara yang membentuk Klub Kekuatan Besar, hanya Mesir yang akan tetap utuh walau kejayaannya mulai berkurang.

Kemudian ahli Mesir dari Prancis bernama Gaston Maspero (1846-1916) untuk pertama kalinya menciptakan istilah "Masyarakat Laut". Hal ini sehubungan dengan penyerangan pada abad ke-13 dan ke-12 SM. Para sarjana lain menerangkan penyebab keruntuhan Zaman Perunggu telah disajikan sebagai linier dalam urutan yang ditetapkan.

Gempa bumi meruntuhkan kota dan panen yang buruk karena perubahan iklim telah menyebabkan kelaparan yang menyebabkan ketidakstabilan sosial dan politik. Hal ini memicu pemberontakan internal. Sementara pada saat yang sama, populasi besar tercerabut dari tanah-tanah mereka sendiri sehingga mereka bermigrasi ke kawasan Mediterania atau Laut Tengah.

Dalam pencarian mereka akan rumah baru di Mediterania hal ini menyebabkan gangguan populasi yang ada. Dari semua tekanan ini akhirnya mengakibatkan hilangnya hubungan diplomatik dan perdagangan serta jatuhnya peradaban di Mediterania.

Runtuhnya Zaman Perunggu ditandai dengan masuknya peradaban tersebut pada era kegelapan. Zaman keemasan Klub Kekuatan Besar dan kemakmuran yang dihasilkan menjadi kenangan dan ingatan ini dicatat dalam mitos, terutama di Yunani pada abad ke-8 SM oleh sejarawan Homer dan Hesiod. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.