Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Luhut Yakin Perbankan Indonesia Tidak Terdampak SVB

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 16:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luhut Yakin Perbankan Indonesia Tidak Terdampak SVB Doc: ANTARA/Ade Irma Junida
Ket. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Indonesia Leading Economic Forum 2023 "Strengthening the Economic Climate Amid the Global Polycrisis Era" di Jakarta, Selasa (14/2/2023).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini penutupan Silicon Valley Bank (SVB) oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat pada 10 Maret lalu tidak akan berdampak ke perbankan Indonesia.

"Sampai hari ini kita tidak melihat ada tanda-tanda yang mempunyai impact (dampak) karena kelihatan modal atau capital bank-bank kita juga bagus sekali," katanya dalam Indonesia Leading Economic Forum 2023 "Strengthening the Economic Climate Amid the Global Polycrisis Era" di Jakarta, Selasa (14/3).

Kendati demikian Luhut meminta agar semua pihak tetap berhati-hati menghadapi situasi yang ada.

"Seperti yang saya singgung tadi kita harus super hati-hati menghadapi ini, nggak boleh kita juga jumawa," katanya.
Luhut bahkan menyebut Rasio Kecukupan Likuiditas atauLiquidity Coverage Ratio(LCR) Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju. LCR Indonesia masih sangat tinggi yakni 234, jauh di atas AS 148, Jepang 135, China 132 hingga Eropa 120.

"Indonesia sebenarnya masih sangat tinggi sekaki, tapi bicara krisis seperti ini kita tentu harus hati-hati," katanya.


Luhut menyebut kolapsnya SVB dan Signature Bank merupakan sesuatu yang bisa terjadi di mana saja tanpa ada yang memperkirakan. Bagi Indonesia, meski belum ada tanda-tanda indikasi hal tersebut, semua pihak harus tetap berhati-hati.

"Tapi saya senang pemerintah Indonesia bekerja dengan hati-hati untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut di masa depan terkait isu Silicon Valley Bank," katanya.
Sebelumnya Regulator Perbankan California menutup SVB Financial untuk melindungi simpanan nasabah dalam kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan AS. Krisis modal di SVB telah menekan saham bank-bank secara global.

Adapun, Signature Bank yang berbasis di New York, ditutup pada Minggu karena ketakutan kegagalan sistemik yang serupa dengan SVB, telah menjadi sumber pendanaan yang populer untuk perusahaan mata uang kripto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.