HSBC Membeli Silicon Valley Bank Inggris dengan Harga Kurang dari Dua Dolar AS
Senin, 13 Mar 2023, 17:19 WIBLONDON - Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) pada Senin (13/3) mengumumkan kesepakatan untuk membeli anak perusahaan Silicon Valley Bank (SVB) di Inggris, SVB United Kingdom, setelah pemberi pinjaman startup teknologi Amerika Serikat (AS) itu bangkrut pada Jumat.
Dilaporkan oleh CNBC, HSBC mengonfirmasi bahwa anak perusahaannya di Inggris Raya, HSBC UK Bank, telah setuju untuk mengakuisisi SVB Inggris senilai hanya 1,21 dolar AS dengan aset dan kewajiban perusahaan induk SVB UK dikecualikan dari transaksi.
"Akuisisi ini memperkuat waralaba perbankan komersial kami dan meningkatkan kemampuan kami untuk melayani perusahaan yang inovatif dan berkembang pesat, termasuk di sektor teknologi dan ilmu kehidupan, di Inggris dan internasional," kata CEO HSBC Group, Noel Quinn.
Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan menyebutkan, penjualan yang difasilitasi oleh Bank of England dalam konsultasi dengan Departemen Keuangan Inggris tersebut, bertujuan untuk melindungi simpanan klien SVB Inggris.
Menteri Keuangan Inggris, Jeremy Hunt, menekankan bahwa kesepakatan itu "memastikan simpanan pelanggan dilindungi tanpa dukungan pembayar pajak".
"Sektor teknologi Inggris benar-benar terdepan di dunia dan sangat penting bagi ekonomi Inggris, mendukung ratusan ribu pekerjaan," tambahnya.
Hunt pada Minggu mengatakan bahwa pemerintah Inggris dan Bank of England sedang bekerja untuk "menghindari atau meminimalkan" potensi kerusakan yang diakibatkan oleh SVB cabang Inggris.
Secara paralel, regulator AS pada Minggu menyetujui rencana untuk mendukung deposan dan lembaga keuangan yang terkait dengan perusahaan induk SVB AS.
Tawaran berdatangan
Sejumlah calon pembeli telah mengajukan proposal untuk membeli SVB UK sejak kegagalan perusahaan induknya di AS pada hari Jumat, di tengah kekhawatiran yang meluas atas masa depan banyak startup teknologi Inggris.
Bank of London mengatakan bahwa konsorsium perusahaan ekuitas swasta yang dipimpinnya juga telah mengajukan proposal resmi kepada Departemen Keuangan Inggris dan Otoritas Regulasi Prudential di Bank of England.
CEO Bank of London, Anthony Watson, mengatakan SVB "tidak dapat dibiarkan gagal mengingat komunitas vital yang dilayaninya."
"Ini adalah kesempatan unik untuk memastikan Inggris memiliki sektor perbankan yang lebih terdiversifikasi, sambil memungkinkan kesinambungan layanan ke basis klien SVB di Inggris. Akan sangat mengecewakan saat ini untuk mengarah pada konsolidasi kekuatan lebih lanjut di antara bank-bank besar," ungkapnya.
Bank of England mengonfirmasi bahwa tidak ada bank lain di Inggris yang "secara langsung terpengaruh oleh tindakan ini, atau oleh resolusi bank induk AS SVBUK".
"Sistem perbankan Inggris yang lebih luas tetap aman, sehat, dan memiliki modal yang baik," tambahnya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun hingga 52 Persen
-
Warga Depok Diminta untuk Waspada Penularan Hantavirus
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Literasi Warga Konawe Kepulauan Ditingkatkan Terkait Soal Keuangan
-
UIN Datokarama Palu Kenalkan Budaya Etnis Kaili kepada Mahasiswa Thailand, Filipina, dan Malaysia
-
Arsenal Akan Lakukan Parade Juara Sehari Setelah Lawan PSG di Liga Champions
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.