- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sekjen PBB Usulkan Platfor...
Sekjen PBB Usulkan Platform Darurat untuk Bantu Atasi Guncangan Global
Sabtu, 11 Mar 2023, 00:00 WIBNEW YORK - Diusulkan penguatan tanggapan internasional terhadap guncangan global yang kompleks melalui platform darurat. Tanggapan global terhadap guncangan semacam itu sering kali bersifat ad hoc, terfragmentasi, dan diimprovisasi.
"Diperlukan mekanisme untuk mengatasi ancaman multidimensi dengan respons multidimensi," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam presentasi ringkasan kebijakan untuk KTT Masa Depan yang dijadwalkan pada 2024, di New York, Kamis (9/3).
Seperti dikutip dari Antara, Guterres mengatakan keterkaitan global berarti guncangan yang terjadi di satu negara atau sektor dapat dengan cepat memiliki konsekuensi yang mengalir di tempat lain, sering kali dengan cara yang tidak terduga. "Guncangan tersebut datang kepada kita dengan kekuatan dan frekuensi yang lebih besar, dengan implikasi serius bagi perdamaian dan keamanan, stabilitas ekonomi, dan kelestarian lingkungan," ujar Guterres.
Guncangan tersebut, tambah Guterres, dapat memiliki dampak yang tidak proporsional di beberapa area. Baik pandemi Covid-19 maupun krisis biaya hidup global menghantam yang paling miskin dan paling rentan, membuat kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan Agenda 2030 semakin jauh dari jalur.
Menurut Guterres, demi pendekatan yang lebih formal, dapat diprediksi, dan terstruktur, platform darurat akan memanfaatkan kekuatan dan kapasitas PBB dengan cara yang tepat waktu dan dapat diprediksi. Itu akan mengidentifikasi dan menyatukan aktor pada tingkat yang sesuai untuk merespons. Itu akan fleksibel dan gesit, menanggapi berbagai jenis guncangan.
Solidaritas dan Kesetaraan
Yang terpenting, tambah Guterres, ini akan mendorong respons global berdasarkan solidaritas dan kesetaraan, dan prinsip utama untuk tidak meninggalkan siapa pun. Semua orang dan negara yang dilanda guncangan harus memiliki akses ke dukungan yang mereka butuhkan.
Akuntabilitas akan dibangun ke dalam platform darurat, untuk meminta semua pihak pada komitmen konkret mereka. Sementara keputusan akan terus berada di tangan negara-negara anggota. Platform darurat juga akan mencakup sektor swasta, masyarakat sipil, dan mitra non-negara lainnya dengan kemampuan untuk berkontribusi dalam respons global.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menag Nasaruddin Umar Sebut Ditjen Pesantren Akan Jadi Jembatan bagi Ekosistem Pesantren
-
Bakeuda Babel Perkuat Sosialisasi Tingkatkan Pengusaha Bayar Pajak
-
Menkop Resmikan Call Center Layanan dan Pengaduan Kopdes Merah Putih
-
Liga Champions: Juara Bertahan PSG dan Real Madrid Harus Lewat Play-off, Undian Digelar Jumat Sore
-
Densus 88 Tingkatkan Pengawasan dari Ancaman Terorisme
-
Anggaran Kemenhub 2026 Rp28,48 Triliun Difokuskan pada Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
-
Donasi untuk Sumatera dalam Acara Menyambut Tahun Baru, Sepenuhnya dari Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.