Densus 88 Tingkatkan Pengawasan dari Ancaman Terorisme

Rabu, 04 Mar 2026, 03:17 WIB

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme menyusul terjadinya konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan bahwa peningkatan itu merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo terkait dinamika situasi global saat ini.

Ket. Foto: Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana. — Sumber: Antara

“Sebagaimana arahan Kapolri, terhadap adanya penilaian bahwa situasi global sedang memanas saat ini yang mana selain melibatkan banyak negara, juga melibatkan banyak kelompok dan kepentingan. Oleh karena itu, Densus 88 turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” tuturnya di Jakarta, Selasa (3/3).

Dalam rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 pada Senin (2/3), Kapolri meminta Densus 88 untuk mempertahankan keberhasilan zero terrorist attack yang dicapai selama tiga tahun terakhir, pada masa Lebaran 2026.

Ia mengatakan bahwa Polri telah melakukan berbagai upaya, salah satunya preventive strike dengan mengamankan 51 tersangka pada tahun 2025.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada 13.252 target yang dalam pantauan. Terlebih, saat ini terjadi konflik AS-Iran yang berpotensi membangkitkan geliat pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran, dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi rekan-rekan, khususnya Densus 88, untuk bisa mempertahankan zero terrorist attack,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun lalu, Polri mengamankan tujuh orang target pada masa mudik.

Waspada Terkendali

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan situasi keamanan nasional saat ini berada pada level waspada terkendali dalam fase risk management alias manajemen risiko.

Kepala BNPT Eddy Hartono dalam kegiatan diskusi di Jakarta, Senin (23/2) mengatakan ancaman terorisme kini masih ada dan nyata, kapasitas pelaku terbatas dan tidak ada eskalasi besar, deteksi dini tinggi dan respons cepat, stabilitas nasional tidak terganggu secara strategi, serta pola serangan sporadis, individual, dan bukan sistematis.

“Negara berada pada risk management phase, bukan crisis response phase. Kami bersama Densus 88 sudah membahas ini tahun lalu,” kata Eddy di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan fase manajemen risiko merujuk pada penerapan sistematis kebijakan dan prosedur untuk mengelola risiko yang berkaitan dengan ancaman terorisme di Indonesia. Ant/S-2

  • Keamanan Negara

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.