Ribuan Pelajar Iran Diduga Diracun, Upaya Baru Pembungkaman Perempuan?
📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 12:15 WIB | Oleh: Tim PenulisPola dari serangan-serangan yang terjadi cukup luas dan beragam, termasuk pengeboman sekolah perempuan dan penculikan murid perempuan. Guru maupun pelajar pun telah diserang, baik itu dalam perjalanan menuju sekolah maupun ketika sudah sampai. Ada juga laporan terkait kekerasan seksual dan pernikahan paksa yang melibatkan murid maupun guru perempuan.
Salah satu kasus kekerasan terhadap perempuan yang paling terkenal adalah Malala Yousafzai yang ditembak di kepala pada tahun 2012 di Pakistan, karena dianggap "nekat" sekolah. Ada juga bentuk serangan yang tidak langsung, termasuk perombakan atau penutupan sekolah perempuan sehingga pendidikan bagi perempuan menjadi prioritas lebih rendah ketimbang pendidikan laki-laki. Selain itu ada pula ancaman-ancaman untuk membuat perempuan tetap di rumah, serta penerapan dan pemaksaan aturan berpakaian (dress code) yang membatasi perempuan.
Serangan terhadap sekolah telah mengingkat drastis dalam beberapa dekade terakhir. Tapi, peningkatan serangan ini cukup tajam pada sekolah yang dikhususkan untuk perempuan. Terlalu sering, serangan-serangan ini terjadi dengan impunitas.
Dampak Serangan terhadap Pendidikan Perempuan
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, jika pun peracunan terhadap pelajar perempuan Iran belum menunjukkan bukti adanya dampak kesehatan serius, tetap ada efek psikologis jangka panjang ketika mereka menjadi target serangan sistematis dan berbasis gender, belum lagi konsekuensi fisik jangka panjang yang belum ketahuan.
Di samping dampak langsung terhadap hak setiap orang untuk mendapat pendidikan demi "perkembangan penuh kepribadian manusia dan […] harkat martabat", serangan terhadap pendidikan punya efek yang mendalam dan bertahan lama pada para anak perempuan.
Anak perempuan yang hak pendidikannya dirampas menjadi lebih rentan terhadap pernikahan dini atau paksa, biasanya akibat otonomi seksual dan reproduksi yang makin terbatas. Ada juga peningkatan risiko kekerasan domestik dan kemiskinan. Serangan terhadap sekolah juga dilaporkan berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan mereka dipaksa masuk rekrutmen kelompok bersenjata dan menjadi korban perdagangan manusia atau seksual.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih umum, pelanggaran hak pendidikan, dan diskriminasi gender sistemik berakibat pada anak dan perempuan dewasa punya lebih sedikit peluang untuk berpartisipasi secara bermakna dalam kehidupan politik, kebudayaan, dan sosial. Hal ini tidak hanya mempengaruhi anak perempuan atau perempuan dewasa secara individu, tapi juga masyarakat secara lebih luas.
Tidak Ada Solusi Kilat
Sayangnya, tidak ada solusi kilat untuk serangan terhadap pendidikan perempuan. Meski investigasi dan penuntutan terhadap para pelaku di Iran adalah langkah penting untuk menjamin akuntabilitas, ini tidak menyasar akar masalah.
Pendidikan perempuan yang kini tengah mengalami gempuran akan selalu jadi bagian dari diskriminasi meluas dan sistemik terhadap perempuan, serta sistem penindasan yang memperkuat perilaku berbasis stereotip terhadap anak perempuan dan perempuan dewasa.
Tapi, melindungi hak pendidikan mereka harus jadi poin kunci dari segala upaya menuju kesetaraan gender. Serangan-serangan yang mengerikan dan blak-blakan terhadap anak perempuan di sekolah, seperti di Iran, harus jadi lampu kuning perlunya perubahan segera.![]()
Shireen Daft, Lecturer, Macquarie Law School, Macquarie University
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!