Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Per 7 Maret, LKPP Catat 3,4 Juta Produk Tayang di Katalog Elektronik

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 19:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Per 7 Maret, LKPP Catat 3,4 Juta Produk Tayang di Katalog Elektronik Doc: ANTARA/HO LKPP
Ket. Plt Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP Yulianto Prihandoyo.

JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat jumlah produk tayang pada katalog elektronik atau e-Katalog mencapai 3,4 juta produk hingga menjelang akhir triwulan I-2023.

Per 7 Maret 2023, tercatat nilai transaksi atas produk yang tayang telah mencapai sebesar Rp35,36 triliun, naik signifikan dibandingkan capaian nilai transaksi pada triwulan I tahun 2022 sebesar Rp12,03 triliun.

"LKPP optimis bahwa target 5 juta produk tayang pada katalog elektronik akan tercapai di akhir 2023," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital Yulianto Prihandoyo dalam keterangan, di Jakarta, Jumat (10/3).

Yulianto juga berharap nilai transaksi akan terus meningkat seiring dengan progres penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Dia menegaskan katalog elektronik bukan hanya milik LKPP atau pemerintah, namun juga untuk kepentingan bersama.

Penyedia berkepentingan menjual barang, sementara kementerian/lembaga/pemerintah daerah berkepentingan membeli barang, dan masyarakat juga punya kepentingan untuk mengawas proses pengadaan yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Lebih lanjut, Yulianto mengatakan sektor yang berkontribusi besar dalam capaian transaksi salah satunya adalah sektor konstruksi.

"Yang paling berkontribusi dalam capaian transaksi ini ada di sektor konstruksi, bukan hanya dari (Kementerian) PUPR namun juga di daerah melalui katalog elektronik lokal," katanya pula.

Yulianto menuturkan meski sektor konstruksi bukan barang baru dalam katalog elektronik, namun saat ini produk yang ditayangkan jauh lebih beragam dibandingkan ketika awal diinisiasi pada tahun 2015.

Adapun produk konstruksi yang transaksinya paling banyak dan belanjanya tergolong mudah di katalog saat ini adalah pekerjaan pembangunan jalan.

Kendati pencapaian tersebut bukan tanpa kendala, Yulianto mengakui masih ada beberapa kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang ragu untuk melakukan transaksi melalui katalog elektronik terutama pada sektor konstruksi.

Karena itu, LKPP mengajak K/L/PD yang telah berhasil melakukan pengadaan konstruksi melalui katalog elektronik untuk berbagi success story kepada K/L/PD lain.

Hal ini diyakini Yulianto dapat menumbuhkan kepercayaan bagi K/L/PD yang akan bertransaksi melalui katalog elektronik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.