Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

20 Tahun Pasca-invasi AS, Irak Masih Jauh dari Sistem Demokrasi Liberal

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketegangan membara antara pemerintah federal Bagdad dan otoritas otonom Kurdi di Irak utara, terutama terkait masalah ekspor minyak.

Pada Oktober 2019, pemuda Irak memimpin gerakan protes nasional yang melampiaskan rasa frustrasi mereka pada pemerintahan yang tidak kompeten, korupsi, dan adanya campur tangan Iran, sehingga memicu tindakan keras berdarah yang menewaskan ratusan orang.

Meskipun cadangan minyak dan gas Irak sangat besar, sekitar sepertiga dari 42 juta penduduknya hidup dalam kemiskinan, 35 persen kaum mudanya menganggur, kata PBB.

Politik tetap kacau. Parlemen yang membutuhkan waktu satu tahun dirusak oleh pertikaian pasca-pemilihan, sebelum dilantik dalam pemerintahan baru Oktober lalu.

Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani berjanji akan memerangi korupsi di Irak, yang menempati negara itu di peringkat paling bawah (157 dari 180 negara) dalam indeks persepsi korupsi Transparency International.

"Setiap orang Irak bisa memberitahu Anda bahwa korupsi mulai berkembang ... pada 1990-an" ketika Irak berada di bawah sanksi internasional," kata Haddad. "Korupsi menjadi makin jelas sekarang "karena Irak terbuka untuk dunia".

Irak dihantam oleh tantangan lain, mulai dari infrastrukturnya yang hancur dan pemadaman listrik setiap hari hingga kelangkaan air dan kerusakan akibat perubahan iklim.

Namun, kata Haddad, Irak saat ini adalah negara menuju demokrasi yang membutuhkan waktu untuk matang, karena "demokrasi itu kotor".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.