Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertama di Indonesia, Universitas Airlangga Inisiasi Produksi Membran Hemodialisis

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertama di Indonesia, Universitas Airlangga Inisiasi Produksi Membran Hemodialisis Doc: istimewa
Ket. Dosen Unair Yanuardi Raharjo menunjukkan produk membran hemodialisis yang diinisiasi oleh timnya

Surabaya - Universitas Airlangga Surabaya menginisiasi produksi membran hemodialisis pertama di Indonesia sebagai inovasi untuk pembersih darah bagi pasien penderita gagal ginjal.

"Membran hemodialisis adalah membran yang digunakan pada terapi hemodialisis. Ini adalah inovasi untuk pembersih darah bagi pasien penderita gagal ginjal. Namun membran itu tidak mampu membersihkan seluruh jenis racun uremik di dalam darah," kata Yanuardi Raharjo yang mengembangkan riset bersama timnya, Membran Science and Technology Research Group (MSTRG) di Surabaya, Kamis (9/3).

Ia menjelaskan,Water-Soluble Uremic Toxins(WSUT) telah terbukti mampu dibersihkan dari darah pasien gagal ginjal dengan menggunakan terapi membran hemodialisis menggunakan sistemlow flux.Middle-molecular Uremic Toxins(MMUT) juga telah terbukti dapat dibersihkan oleh membran hemodialisis menggunakan sistemhigh flux.

Jenis racun uremik yang sangat sukar dibersihkan dengan terapi membran hemodialisis adalahProtein-Bounded Uremic Toxins(PBUT). Menurut para peneliti, jenis racun tersebut dapat dibersihkan dengan menggunakanhemoperfusi.

Penggunaan sistem high fluxtidak semudahlow flux. Kondisi kesehatan dari pasien sangat menentukan pemilihan sistem yang digunakan. Selain itu,hemoperfusimemiliki banyak kekurangan jika diaplikasikan pada penderita gagal ginjal.

"Seperti banyaknya protein dalam darah yang masih diperlukan oleh tubuh akan teradsorpsi olehadsorbenyang menjadi pemeran utama dalamhemoperfusi," ujarnya.

Pengembangan penelitian membran hemodialisis yang mampu membersihkan WSUT, MWUT, dan PBUT melalui inovasi Mixed Matrix Membran Adsorber (MMMA) inilah yang diinisiasi Yanuardi Raharjo.

Yanuardi menerangkan, MMMA yang telah dikembangkan memadukanpolimer sintetik polietersulfondenganadsorben zeolityang telah dimodifikasi dengan teknik imprinting sehingga meningkatkanselektifitas adsorben.

"MMMA yang dikembangkan, mampu membersihkan WSUT, MMUT, dan PBUT hingga 50 persen pada skala lab. Untuk pengujian terhadap karakteristik membran, performa membran, hingga uji in vitro telah berhasil diuji dengan hasil sangat baik," katanya.

Inovasi MMMA ini telah menghasilkan beberapa publikasi di jurnal internasional bereputasi dan terindeks SCOPUS (Q3 hingga Q1) dan berhasil didaftarkan patennya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Selama ini, kata Yanuardi, membran hemodialisis yang digunakan oleh pasien-pasien di Indonesia masih impor.

"Di Indonesia belum ada yang memproduksi membran hemodialisis made in Indonesia, jadi kami hendak menginisiasi untuk memproduksi membran hemodialisis," kata dia.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Unair, Ni Nyoman Tri Puspaningsih juga turut mendukung penelitian ini agar dikembangkan dengan uji in vivo.

Ia berharap produk membran ini akan lebih bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Indonesia pada khususnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

31 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.