Kendalikan Inflasi Pangan jelang Ramadan
Kamis, 09 Mar 2023, 09:02 WIBJAKARTA - Pemerintah dan regulator terkait lain perlu mewaspadai tren kenaikan harga pangan menjelang Ramadan. Saat ini, harga sejumlah bahan pangan di beberapa daerah menunjukkan tren peningkatan.
Pengamat ekonomi Handi Risza Idris dari Universitas Paramadina menyarankan perlunya manajemen pengendalian harga pangan selama Bulan Ramadan. "Kita menyarankan beberapa manajemen pengendalian harga pangan yang bisa kita lakukan," ujar Handi dalam seminar daring di Jakarta, Rabu (8/3).
Pertama, beberapa bahan kebutuhan pokok yang menjadi tren kenaikan selama beberapa tahun terakhir dapat dipertebal pasokannya dengan mengutamakan produksi dalam negeri mulai dari beras hingga cabai. Kedua, pemerintah saat ini membuat kebijakan mengalokasikan dana transfer umum sebanyak dua persen dalam APBD sebagai insentif untuk kebutuhan pangan.
Hal itu bisa melalui bantuan sosial dan insentif bagi transportasi yang perlu didorong agar dapat terealisasi dengan baik di daerah sehingga stabilisasi harga terwujud dengan baik. "Jika hal ini bisa diefektifkan maka saya rasa itu bisa meredam dampak inflasi di daerah-daerah," kata Handi.
Kemudian koordinasi para pemangku kepentingan dalam bentuk kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu dioptimalkan. Langkah membentuk gugus tugas atau sales motorist guna memaksimalkan proses distribusi produk kebutuhan selama Ramadhan, dengan sasaran utama menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Berikutnya, pemantauan terhadap tata niaga pangan, kerja-kerja spekulan yang memburu keuntungan melalui rantai pasok, patut menjadi perhatian. Mereka acapkali menjadi pemicu di luar hukum ekonomi pasokan dan permintaan.
Terakhir adalah mengantisipasi faktor cuaca yang sering kali mengalami perubahan, terutama di sentra-sentra produksi. Handi mengatakan, sejak 2019 sampai 2022, beberapa komoditas yang banyak dikonsumsi menyebabkan kenaikan harga selama Ramadan, seperti minyak goreng, daging ayam, cabai, bawang, serta beberapa komoditas lainnya.
Lonjakan Komoditas
Seperti diketahui, harga sejumlah komoditas pangan di beberapa daerah mulai naik. Bahkan kenaikan tersebut bakal berlanjut hingga awal puasa Ramadan mendatang.
Di Pasar Induk Kotabaru, Kalimantan Selatan, harga cabai rawit menembus 100 ribu per kilogram (kg). Kenaikan tersebut dipengaruhi dampak dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) pada beberapa waktu lalu.
"Selain cabai rawit, jenis cabai yang lain juga mengalami kenaikan dari harga 65 ribu rupiah menjadi 80ribu rupiah per kg," ujar Daryoto, pedagang di Pasar Induk Kotabaru.
Di Kota Bandung, Jawa Barat, harga cabai rawit merah saat ini berkisar 70-80 ribu rupiah per kg, naik dari kondisi normal di rentang 40-57 ribu rupiah per kg. "Harga cabai rawit merah di Kota Bandung sudah mengalami kenaikan sejak sekitar dua pekan yang lalu," ungkap Kabid Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemeterologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, kemarin.
Sementara itu, di Kota Batam, Kepulauan Riau, harga cabai rawit dari 70 ribu rupiah menjadi 75 ribu rupiah per kg menjelang Ramadan. "Cabai rawit merah ini dari Aceh Takengon. Dikirim pakai pesawat dari Kualanamu langsung ke Hang Nadim. Kalau pakai kapal bisa dijual 60 ribu rupiah per kg, hanya saja kualitas cabainya berkurang," kata Riri, pedagang sembako di Pasar Mega Legenda Kota Batam.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Bekasi Raya Segera 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Mulai Maret
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Harga cabai merah keriting di Ternate turun
-
Sambut Libur Lebaran, Promosi Wisata Digencarkan: Barito Utara Angkat Pesona Air Terjun Jantur Doyam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.