Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Selasa, 14 Jul 2026, 20:45 WIB

LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami tujuh kali erupsi pada Selasa (14/7). Ini dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 800 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru.

"Kemudian pukul 09.19 WIB kembali erupsi dengan tinggi letusan yang sama yakni 1,3 km. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.

Ket. Foto: Gunung Semeru Lumajang — Sumber: PVMBG

Sigit mengatakan erupsi pertama menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Saat laporan disampaikan, erupsi masih berlangsung.

Menurut Sigit, aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 116 detik. Hingga pukul 11.13 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami tujuh kali erupsi dengan tinggi letusan bervariasi antara 800 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru karena berpotensi terdampak lontaran material pijar.

Petugas juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar. Terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang berhulu di Gunung Semeru. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.