Telkom Perluas Kolaborasi Regional, Fokus Bangun Infrastruktur Digital dan Energi Bersih
Selasa, 14 Jul 2026, 21:05 WIBJAKARTA â PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Economic Development Board (EDB) Singapura memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan infrastruktur digital berkelanjutan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kerja sama infrastruktur digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekonomi digital regional sekaligus mendukung transisi menuju pemanfaatan energi rendah karbon.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Managing Director Singapore Economic Development Board Jermaine Loy di Jakarta pada 6 Juli 2026. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang diumumkan dalam agenda Leaders' Retreat IndonesiaâSingapura.
Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi business-to-business (B2B) yang mendukung berbagai inisiatif strategis antara Indonesia dan Singapura, khususnya di bidang pengembangan ekonomi digital, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta percepatan transisi energi.
Managing Director Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai pembangunan.
Menurutnya, integrasi antara infrastruktur digital, energi hijau, dan kerja sama regional akan menghasilkan proyek-proyek yang lebih kompetitif, berkelanjutan, serta menarik bagi penciptaan nilai jangka panjang.
"Model kolaborasi seperti inilah yang akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan," ujar Stefanus melalui siaran pers pada hari Senin (13/7).
Senada dengan itu, Managing Director Business 2 Danantara Asset Management Setyanto Hantoro mengatakan pengembangan kerja sama di bidang infrastruktur digital menunjukkan bagaimana aset dan kapabilitas badan usaha milik negara dapat diorkestrasi menjadi platform bisnis yang memiliki daya saing global.
Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Kembangkan Infrastruktur Digital Rendah Karbon
Melalui MoU tersebut, TelkomGroup dan EDB akan menjajaki pengembangan infrastruktur digital rendah karbon yang memanfaatkan pasokan listrik rendah karbon lintas negara.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendukung terbentuknya ekosistem teknologi regional yang lebih berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi energi di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai infrastruktur digital regional.
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis Telkom untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai infrastruktur digital regional. Kami meyakini bahwa masa depan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan," kata Dian.
Menurutnya, melalui kemitraan tersebut Telkom siap menghadirkan infrastruktur digital berstandar global yang mampu memberikan nilai tambah bagi Indonesia maupun Singapura sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital kawasan.
Perkuat Posisi Indonesia di Ekosistem Digital Regional
Telkom menilai penandatanganan MoU ini semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem digital regional.
Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mempercepat integrasi antara pembangunan infrastruktur digital dan energi hijau sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan terbentuknya koridor digital IndonesiaâSingapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis, mulai dari pengembangan infrastruktur digital, energi hijau, hingga kolaborasi antar-pemangku kepentingan.
"Kami menyadari bahwa terciptanya koridor digital IndonesiaâSingapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis, baik dari sisi infrastruktur digital, energi hijau, maupun kerja sama antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, inisiatif seperti ini tidak lahir dari sebuah momentum, melainkan melalui perencanaan strategis yang telah dibangun secara bertahap untuk menghadirkan kolaborasi yang memberikan nilai jangka panjang bagi kedua negara," ujar Seno.
Ke depan, Telkom menyatakan akan terus memperluas kolaborasi bersama pemerintah, mitra global, dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan ekosistem digital yang semakin terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Perusahaan berharap inisiatif tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Singapura sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pengembangan ekonomi digital di kawasan.
- MoU
- Dian Siswarini
- PT Telkom Indonesia
- energi hijau
- Singapura
- Telkom
- Infrastruktur Digital
- Indonesia Singapura
- Ekonomi Digital
- energi rendah karbon
- transisi energi
- Digital Infrastructure
- Transformasi Digital
- EDB Singapura
- Economic Development Board
- Leaders' Retreat Indonesia Singapura
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
-
Israel Sebut Berhasil Menewaskan Pemimpin Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza
-
Telkom Terbitkan Sustainability Report 2025, Perkuat Transisi Rendah Karbon dan ESG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.