Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Ramah Lingkungan, Kehadiran Kawasan Industri Hijau dan PLTA Mentarang Berpotensi Tingkatkan WNA di Kaltara

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 01:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Ramah Lingkungan, Kehadiran Kawasan Industri Hijau dan PLTA Mentarang Berpotensi Tingkatkan WNA di Kaltara Doc: ANTARA/HO-DKISP Provinsi Kaltara
Ket. Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang saat rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Tanjung Selor, Bulungan, Selasa (7/3).

Tarakan - Pembangunan ramah lingkungan. Kehadiran Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Mentarang Induk yang peletakan batu pertama pembangunandilakukan Presiden RI Joko Widodo berpotensi meningkatkan lalu lintas dan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Kalimantan Utara.

"Potensi peningkatan lalu lintas tersebut harus kita waspadai bersama. Khususnya terkait kepatuhan terhadap prosedur WNA masuk ke Indonesia dan kelengkapan dokumen yang dimiliki," kata Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang di Tanjung Selor, Bulungan, Selasa, saat rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

Zainal mengatakan hal yang harus diwaspadai seperti kesesuaian visa dengan aktivitas yang dijalani selama di Indonesia.

Menurutnya hal ini penting, karena sasaran dari pemantauan dan pengawasan WNA meliputi seluruh orang asing, organisasi masyarakat asing, dan tenaga kerja asing.

"Sinergidan kolaborasi anggota Timpora sangatlah diperlukan, guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan warga negara asing khususnya di wilayah Provinsi Kaltara," kata Zainal.

Secara geografis, Indonesia memiliki wilayah teritorial yang berbatasan langsung dengan negara lain. Salah satunya adalah Kaltara yang memiliki batas laut dan darat dengan Negara Sabah, Malaysia.

Tentunya, sering kali konflik atau pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terjadi di wilayah perbatasan negara.

Guna meningkatkan keamanandi wilayah perbatasan provinsi ini, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Gubernur berharap pelaksanaan rapat tim Pengawasan Orang Asing ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan semata.

"Rapat ini benar-benar dapat menunjang tugas kita dalam turut serta menjaga stabilitas keamanan melalui pemantauan dan pengawasan orang asing," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.