Pemerintah Pacu Pendanaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur Transportasi
📅 Kamis, 02 Mar 2023, 14:57 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot pendanaan kreatif atau creative financing untuk membiayai pembangunan infrastruktur transportasi nasional melalui berbagai skema kerja sama, dengan berbagai pihak baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan pendanaan kreatif non-APBN melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) terus dilakukan, untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasarana transportasi. Saat ini masih ada gap atau selisih yang cukup besar yaitu antara kebutuhan investasi infrastruktur transportasi dengan kemampuan pendanaan APBN.
"Berdasarkan RPJMN 2020-2024, kebutuhannya mencapai Rp1.288 Triliun dan masih ada gap dengan sumber pendanaan APBN per tahunnya sekitar 40-65%. Sebagai insan perhubungan, kita harus punya semangat juang untuk membuat sarana dan prasarana transportasi di Indonesia menjadi lebih baik. Harus ada keberanian dan kreativitas di tengah keterbatasan yang ada," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/3).
Dia menambahkan, proyek KPBU di Kemenhub jumlahnya semakin bertambah. Hingga saat ini, sudah ada 17 proyek KPBU yang terdiri dari: 2 (dua) proyek di sektor transportasi udara, 4 (empat) proyek di sektor transportasi laut, 9 (sembilan) proyek di sektor transportasi darat dan perkotaan, dan 2 (dua) proyek di sektor perkeretaapian.
Dari 17 proyek, beberapa diantaranya yaitu, pembangunan KA Makassar-Pare Pare sepanjang 142 Km dengan nilai investasi sebesar USD 67,89 Juta. Kemudian, pembangunan Pelabuhan Patimban dengan nilai investasi sebesar USD 1,09 Miliar, serta Pelabuhan Anggrek dengan nilai investasi sebesar USD 71,49 Juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pembangunan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) dengan nilai investasi sebesar USD 119,22 Juta, serta Pembangunan Bandara Kediri yang diprakarsai oleh PT. Gudang Garam Tbk dengan nilai investasi sebesar USD 600 Juta.
"Memang yang kami lakukan masih sedikit, tetapi ke depan kami akan tingkatkan proyek KPBU sektor transportasi. Kami akan memanfaatkan aset yang dimiliki baik itu terminal, stasiun, bandara, pelabuhan dan aset lainnya, untuk dikerjasamakan dengan para investor, agar aset yang dimiliki lebih produktif dan dapat menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat," kata Budi.
Sementara itu, Direktur Utama PT PII, M Wahid Sutopo mengatakan saat ini pihaknya telah memperkenalkan PPP Smart HUB sebagai wadah atau platform untuk mendukung KPBU skala kecil serta Innovative financing community sebagai wadah community of practice yang merupakan komitmen PT PII untuk terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak pendukung penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat kepada msyarakat luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejak awal berdiri hingga saat ini, PT PII mendapatkan PMN sebesar Rp10,655 T atas dasar ini PT PII dapat memberikan penjaminan, sehingga akhir tahun 2022 yang lalu sebesar Rp95 T yang digunakan untuk mendukung 48 proyek pembangunan dengan nilai investasi sebesar Rp497 T. Oleh karena itu, PT PII akan terus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan melakukan perluasan sektor dan wilayah pengembangan infrastruktur," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!