Daerah Diminta Waspadai Ancaman Dampak La Nina
📅 Kamis, 02 Mar 2023, 01:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) diminta untuk mewaspadai ancaman dampak dari fenomena iklim La Nina terhadap musim panen raya petani di daerah.
"Mewaspadai ancaman fenomena iklim La Nina terhadap musim panen raya petani di daerah saat ini dengan memastikan petani terkover program asuransi usaha tani padi (AUTP)," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/3).
Menurut prediksi pakar klimatologi di BMKG, La Nina yang terjadi sejak 2 tahun terakhir, baru akan netral sekitar Maret sampai dengan April 2023. Hal itu, kata dia, tentu sedikit banyak akan mengganggu pesta panen raya petani pada bulan Maret ini.
"Kami minta Pemerintah dan BMKG terus memantau perkembangan anomali iklim, khususnya La Nina yang bisa saja unpredictable (tidak dapat diprediksi). Segera mengantisipasi gagal panen karena ancaman puso padi sudah terjadi di beberapa wilayah yang siap panen awal bulan ini," katanya.
Sultan menyebutkan pada periode Januari hingga 20 Februari 2023, misalnya, terdapat 2.101 hektare sawah yang ditanam padi di Jawa Timur terdampak banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah harus memastikan agar petani memberikan perhatian pada upaya mitigasi atas ancaman bencana pada lahan pertanian melalui program Asuransi Pertanian.
Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan data yang pasti terkait dengan jangkauan program Asuransi Pertanian. Kendati demikian, dia berharap petani yang sedang menantikan masa panen di awal Maret ini sudah terdaftar sebagai peserta asuransi pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!