Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Girsu, Kota Bangsa Sumeria yang Sempat Hilang

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 06:40 WIB | Oleh:
Girsu, Kota Bangsa Sumeria yang Sempat Hilang Doc: Istimewa

Kota kuno Girsu telah ditemukan di Tello, Irak selatan. Tim arkeologi berhasil menemukan tempat keagamaan, alun-alun upacara, dan gerbang sebagai pertanda majunya peradaban ketika itu.

Sebuah tim arkeolog telah menemukan sisa-sisa istana raja-raja Girsu yang hilang di wilayah Tello, Irak selatan. Berasal dari setidaknya 4.500 tahun hingga milenium ketiga sebelum Masehi (SM), penemuan signifikan ini diperoleh melalui Proyek Girsu.

Tello sendiri adalah nama Arab modern dari Kota Girsu yang dihuni oleh bangsa Sumeria kuno. Kota ini dikenal sebagai salah satu kota paling awal yang dikenal di dunia. Penemuan tersebut semakin menguatkan wilayah Sumer sebagai salah satu peradaban pertama dunia kuno dan situs tersebut adalah salah satu harta terbesar Irak.

Proyek Girsu merupakan inisiatif bersama dengan pendekatan holistik baru untuk menyelamatkan situs warisan yang terancam punah. Tim terdiri dari British Museum, State Board of Antiquities and Heritage (SBAH) Irak, dan didanai oleh lembaga J.Paul Getty Trust and Museum serta dibentuk sebagai tanggapan atas penghancuran situs warisan di Irak dan Suriah oleh Daesh atau ISIS.

Girsu adalah pusat budaya yang ramai di jantung Mesopotamia. Wilayah yang bentuknya mirip bulan sabit ini wilayahnya membentang antara Sungai Efrat dan Tigris termasuk Irak, Suriah timur, Turki tenggara, bagian barat Iran dan Kuwait, dihuni oleh beberapa peradaban pertama. Sampai saat ini bangsa Sumeria diyakini merupakan peradaban tertua di dunia. Mereka bahkan diketahui telah mendirikan agama dan kode hukum.

Reruntuhan kota itu ditemukan oleh arkeolog Prancis Ernest de Sarzec pada 1877. Ia bersama tim memindahkan semua artefak yang dapat ditemukan, termasuk patung raja Sumeria Gudea yang berusia 4.000 tahun, yang memerintah kota itu pada akhir milenium ketiga SM.

Setelah penggalian oleh Sarzec, orang mengira tidak ada yang tersisa untuk digali. Apalagi beberapa periode konflik yang terjadi di wilayah tersebut juga mencegah para ilmuwan mengakses situs di Provinsi Dhi Qar di Irak selatan.

Namun demikian Sebastien Rey, seorang kurator Mesopotamia kuno dan memimpin arkeolog di British Museum di London, berpendapat ia dan tim tidak dapat menghilangkan gagasan bahwa Girsu memiliki lebih banyak rahasia untuk diungkapkan.

"Setelah Perang Dunia Kedua dan bertahun-tahun konflik yang terjadi kemudian di Irak, situs Girsu hampir terlupakan," kata Rey. "Tidaklah aneh untuk mengatakan hari ini bahwa Girsu mungkin adalah salah satu situs warisan paling penting di dunia yang hanya diketahui sedikit orang," ungkap dia.

Sekarang, lebih dari satu abad setelah para arkeolog terakhir menjelajahi situs yang luar biasa itu, tim Rey telah menemukan kuil yang sangat luas itu. Arkeolog menggunakan teknik penginderaan jauh untuk mengungkap fitur situs yang terkubur dibawah pasir dan endapan lainnya. Mereka juga membuat model elevasi digital untuk memahami bagaimana bentang alam telah berubah sejak penggalian di abad ke-19.

Setelah lima musim penggalian di situs kuil, tim dapat menemukan area yang luas dari tempat suci kuno ini, termasuk tempat suci bagian dalam, alun-alun upacara, dinding bagian dalam yang menampilkan sebuah gerbang. Tim bahkan berhasil mengidentifikasi dan menggali bagian dari dinding penutup kompleks keagamaan, termasuk gerbang monumental.

Kuil, yang disebut dalam prasasti kuno sebagai Enninu atau Burung Petir Putih (White Thunderbird) menyimpan patung suci pahlawan dewa guntur Ningirsu, salah satu dewa terpenting dari jajaran bangsa Sumeria. Mereka percaya Ningirsu memegang kekuasaan atas guntur musim semi, hujan badai dan banjir, serta memimpin pembajakan tanah.

Hebatnya, dinding yang baru digali yang mengelilingi situs suci itu sangat cocok dengan peta yang diukir pada patung Raja Gudea yang ditemukan selama penggalian awal. Enninu, Burung Petir Putih, adalah kuil tertua yang prasastinya cukup detail rencana kuno yang diukir di patung raja.

"Kami dapat menguji teori kami dengan membuka serangkaian suara penggalian dan mengidentifikasi, misalnya, pondasi gerbang kuil tepat di tempat yang kami perkirakan akan menjadi gerbang kuil, menurut rencana berusia 4.000 tahun," kata Rey.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.