Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsolidasi Industri BPR Diakselerasi

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 07:53 WIB | Oleh:
Konsolidasi Industri BPR Diakselerasi Doc: Istimewa
Ket. Direktur Utama Lembaga Pe­ngembangan Perbankan In­donesia (LPPI) Heru Kristi­yana

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengakselerasi konsolidasi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR)/Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Penggabungan itu dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan dan perluasan usaha bank tersebut.

"Dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan industri BPR/BPRS yang baik, total aset, kredit dan DPK (dana pihak ketiga) di tengah proses konsolidasi yang tengah berjalan, OJK akan mengakselerasi proses konsolidasi industri BPR/BPRS melalui enam strategi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam seminar virtual yang dipantau di Jakarta, Kamis (23/2).

Berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (UU P2SK), bank perkreditan rakyat (BPR) berubah nama menjadi bank perekonomian rakyat.

Dalam seminar bertajuk Peran BPR Pasca UU P2SK untuk Memperkuat Perekonomian Nasional, Dian menuturkan enam strategi tersebut adalah mendorong penggabungan usaha BPR/BPRS dengan kepemilikan yang sama, membentuk holding group bagi BPR/BPRS dengan kepemilikan sama, dan mendorong pembentukan anchor bank bagi BPR/BPRS milik pemerintah daerah.

Strategi berikutnya adalah memberikan perintah penggabungan usaha bagi BPR/BPRS yang tidak mampu menjaga kelangsungan usaha, mendorong likuidasi sendiri (self liquidation) bagi BPR/BPRS yang pemiliknya tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan BPR.

Selanjutnya, OJK menerapkan kebijakan exit policy terhadap BPR/BPRS yang memiliki kinerja buruk dan tidak memberikan kontribusi terhadap perekonomian khususnya di daerah.

Enam strategi akselerasi konsolidasi industri BPR/BPRS tersebut bertujuan untuk mempersiapkan industri BPR/BPRS dalam menyambut perluasan kegiatan usaha sebagaimana diamanatkan dalam UU P2SK.

Per Desember 2022, terdapat 1.608 BPR/BPRS di seluruh Indonesia, turun dari 1.800 BPR/BPRS pada 2015. Penurunan itu dipengaruhi oleh proses konsolidasi, pencabutan izin usaha dan likuidasi sendiri.

Pada Desember 2022, total aset industri BPR/BPRS tumbuh 9,14 persen menjadi 202,46 triliun rupiah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Pertumbuhan total aset BPR ditopang oleh DPK yang tumbuh 9,17 persen (yoy). Sementara penyaluran dana kredit BPR/BPRS tumbuh 11,81 persen dan telah melebihi tingkat pertumbuhan prapandemi Covid-19 yang tercatat sebesar 10,85 persen.

Di sisi lain, secara agregat ketahanan permodalan industri BPR/BPRS dalam kondisi memadai di tengah eksposur risiko yang masih tetap managable.

Market share industri BPR didominasi oleh 95 BPR/BPRS dengan modal inti di atas 50 miliar rupiah dengan total aset agregat mencapai 42,08 persen dari total aset industri BPR/BPRS. Adapun BPR dengan total aset tertinggi telah mencapai 10,14 triliun rupiah.

Perkuat Fungsi

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Heru Kristiyana mengatakan UU P2SK memperkuat fungsi BPR untuk menopang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.