Turki Diguncang Gempa Susulan 6 Ribu Kali, Diprediksi Terjadi Hingga Waktu Lama
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 13:15 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Reuters
Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) melaporkan bahwa terdapat lebih dari 6 ribu gempa susulan terjadi di Turki. Adapun gempa susulan tersebut terjadi pasca gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki-Suriah pada 6 Februari lalu.
Direktur Umum untuk Gempa Bumi dan Pengurangan Risiko AFAD Orhan Tatar menyebut jumlah gempa susulan yang ditimbulkan oleh kedua gempa tersebut mencapai 6.040 kali.
"1.628 gempa susulan dalam magnitudo 3 sampai 4, 436 gempa bermagnitudo 4 sampai 5, dan 40 gempa susulan bermagnitudo 5 sampai 6. Ada juga satu gempa susulan bermagnitudo 6,6," kata Tatar, dikutip dari Anadolu, Selasa (21/2).
Tatar menambahkan, gempa susulan setelah gempa dahsyat melanda selatan Turki juga akan terus terjadi. Ia mengatakan, gempa dahsyat tersebut juga berpengaruh terhadap gerakan kerak bumi.
"Terutama setelah gempa sebesar ini, gempa susulan akan berlanjut untuk jangka waktu lebih lama. Beberapa gempa susulan ini mungkin berkekuatan 5 ke atas," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Akibat gempa bumi tersebut, kerak bumi bergerak sejauh 7,3 meter. Itu angka yang sangat besar. Gempa bumi juga melepaskan banyak energi," lanjutnya.
Sementara itu, area terdampak gempa dahsyat di Turki mencapai 110 ribu kilometer persegi, yang menyebabkan kerusakan di banyak provinsi dan kabupaten. Guna mengatasi klaim di media sosial tentang kilatan cahaya di langit yang menyerupai sambaran petir selama gempa bumi, Tatar mengatakan kilatan cahaya yang intens selama gempa adalah hal biasa.
Gempa susulan terjadi sekitar dua pekan usai gempa berkekuatan 7,8 SR pada 6 Februari yang menewaskan hampir 45.000 orang di Turki dan Suriah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gempa dahsyat berpusat di Provinsi Kahramanmaras itu berdampak kepada 13 juta orang di sebelas provinsi, termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, Elazig, dan Sanliurfa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!